Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2026 | 16:28 WIB
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
Rudal Iran
  • Puing rudal Iran menyebabkan kebakaran di kota-kota besar Israel tengah pada Maret 2026.

  • Sistem pertahanan Israel berhasil cegat rudal namun fragmen panas tetap jatuh ke pemukiman.

  • Konflik memanas dipicu serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan ribuan warga di Iran.

Layanan medis darurat Israel Magen David Adom menyatakan laporan awal tidak menunjukkan adanya korban luka.

Pihak paramedis tetap bersiaga penuh di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya warga yang syok.

Pemeriksaan secara menyeluruh terus dilakukan oleh otoritas terkait di setiap sudut bangunan yang terdampak.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kebakaran mulai dihitung oleh pihak pemerintah setempat.

Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih aktif di puing-puing tersebut.

Sebelum insiden jatuh puing, militer Israel mengklaim telah mengendus pergerakan peluncuran rudal dari wilayah Iran.

Deteksi dini ini membuat sistem pertahanan udara langsung berada dalam status siaga tingkat tinggi hari ini.

Segera setelah proyektil memasuki ruang udara, perintah penangkalan langsung dieksekusi secara otomatis oleh sistem militer.

Langkah cepat ini diambil untuk mencegah proyektil menghantam target vital yang telah dibidik oleh lawan.

Ketegangan militer ini merupakan kelanjutan dari gesekan hebat yang terjadi di kawasan Timur Tengah belakangan.

Situasi di kawasan ini memang terus membara sejak akhir Februari lalu akibat aksi serangan gabungan.

Israel dan Amerika Serikat diketahui melancarkan serangan terhadap Iran pada tanggal 28 Februari yang lalu.

Tindakan militer tersebut memicu reaksi keras karena dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya sangat besar di sana.

Menurut otoritas Iran, serangan tersebut telah menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.

Data korban yang sangat besar ini menjadi pemicu kemarahan publik dan pemerintah di Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 13:23 WIB

Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari

Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:09 WIB

Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti

Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB