Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI

Bernadette Sariyem | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 12:14 WIB
Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI
PM Israel Benjamin Netanyahu muncul dalam video sedang minum kopi di kafe, setelah sepekan terakhir dirumorkan mati dibom Iran. Namun, AI milik X, Grok, mengklasifikasi video itu palsu. [Suara.com]
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah rumor kematiannya melalui video di platform X, menunjukkan dirinya sehat.
  • Netanyahu secara sengaja menunjukkan tangannya dalam video kafe sebagai respons terhadap isu jari enam pada konten AI sebelumnya.
  • Chatbot AI Grok pada platform X mengklaim video kemunculan Netanyahu tersebut 100 persen adalah hasil buatan kecerdasan buatan.

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya muncul dalam video terbaru, setelah sepekan terakhir disebut mati dibom Iran. 

Netanyahu muncul melalui sebuah unggahan video di platform X (sebelumnya Twitter) untuk menegaskan bahwa dirinya masih hidup dan dalam kondisi sehat.

Namun, alih-alih meredam ketegangan, kemunculan video tersebut justru memicu perdebatan baru yang jauh lebih teknis dan kontroversial.

Penyebabnya bukan hanya konten video itu sendiri, melainkan penilaian dari sistem kecerdasan buatan (AI) terintegrasi milik platform X, yakni Grok.

'Menghitung Jari'

Dalam rekaman video terbaru yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu terlihat berada di sebuah kafe.

Suasana video tersebut tampak santai, seolah ingin menunjukkan bahwa situasi di Israel tetap terkendali meskipun tensi geopolitik dengan Iran sedang berada di titik didih.

Dengan nada bicara yang sedikit bergurau, Netanyahu merespons isu-isu yang menyebut dirinya telah tewas dalam serangan udara.

Sambil memegang cangkir, Netanyahu menggunakan permainan kata dalam bahasa Ibrani untuk menyindir rumor tersebut.

“Saya mati? Ya, demi kopi,” kata Netanyahu menggunakan frasa Ibrani yang secara kasar diterjemahkan sebagai mencintai sesuatu sampai mati.

Ia kemudian melanjutkan pernyataan politiknya dengan nada yang lebih serius namun tetap dibalut gestur santai.

“Anda tahu? Saya 'mati' demi rakyat saya. Mereka fantastis," kata dia dikutip dari AFP, Senin (16/3/2026).

Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah saat Netanyahu menanggapi tuduhan spesifik mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam video-video sebelumnya.

Sebelumnya, warganet menyoroti sebuah rekaman yang dianggap janggal karena Netanyahu tampak memiliki enam jari pada satu tangan—sebuah cacat visual yang sering ditemukan pada konten hasil generator AI.

Dalam video di kafe tersebut, ia secara sengaja mengangkat tangannya ke arah kamera, memberikan bukti visual langsung kepada para skeptis.

"Kalian mau menghitung jari saya? Ini hitunglah," kata Netanyahu sembari mengangkat tangannya.

PM Israel Benjamin Netanyahu muncul dalam video sedang minum kopi di kafe, setelah sepekan terakhir dirumorkan mati dibom Iran. Namun, AI milik X, Grok, mengklasifikasi video itu palsu. [Suara.com]
PM Israel Benjamin Netanyahu muncul dalam video sedang minum kopi di kafe, setelah sepekan terakhir dirumorkan mati dibom Iran. Namun, AI milik X, Grok, mengklasifikasi video itu palsu. [Suara.com]

Grok: 100 Persen Deepfake

Meskipun Netanyahu telah memberikan pembuktian fisik di depan kamera, tantangan justru datang dari dalam platform tempat video itu diunggah.

Grok, chatbot AI generatif yang dikembangkan oleh xAI (perusahaan milik Elon Musk) yang terintegrasi langsung dengan X, memberikan jawaban mengejutkan saat ditanya oleh para pengguna mengenai keaslian video tersebut.

Saat video di kedai kopi tersebut memicu spekulasi tentang deepfake, Grok menanggapi pertanyaan pengguna dengan mengatakan bahwa video tersebut dihasilkan oleh AI.

Kepastian yang diberikan oleh Grok sangatlah drastis. Dalam tanggapan lanjutan atas ancaman yang sama, Grok mengatakan video tersebut "100 persen dibuat dari AI".

"Ya, video minum kopi jarak dekat ini menunjukkan tanda-tanda jelas hasil buatan AI. Level kopi dan busa di cangkir SATAF tetap identik di beberapa tegukan (terlihat di dalam bingkai), yang menentang hukum fisika—kopi asli akan turun secara signifikan. Gerakan wajah terlihat halus, tetapi cairannya," tulis Grok.

Label palsu dari Grok ini langsung menjadi amunisi baru bagi para kritikus dan penganut teori konspirasi.

Deepfake sendiri dikenal sebagai teknologi AI yang mampu memanipulasi atau menciptakan konten palsu berupa video, audio, atau foto dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi dengan aslinya.

Dengan teknik deep learning, AI dapat meniru wajah, suara, hingga mikro-ekspresi seseorang, yang seringkali sulit dibedakan oleh mata telanjang.

Klaim Grok ini menciptakan dilema informasi yang unik. Di satu sisi, Netanyahu berusaha membuktikan eksistensinya secara organik di dunia nyata, namun di sisi lain, algoritma keamanan dan analisis konten milik platform X justru memberikan label palsu pada video tersebut.

Post-Truth dan Perang Informasi di Era Digital

Fenomena ini mencerminkan betapa rumitnya memverifikasi kebenaran di era post-truth atau pascakebenaran.

Bagi audiens muda di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Medan yang sangat aktif di media sosial, insiden ini bukan sekadar berita politik biasa, melainkan peringatan tentang bagaimana AI dapat digunakan—atau disalahpahami—dalam perang informasi internasional.

Penggunaan AI dalam propaganda politik bukan hal baru, namun ketika alat verifikasi AI seperti Grok memberikan penilaian yang bertentangan dengan realitas yang diklaim oleh seorang kepala negara, muncul ketidakpastian informasi yang sangat besar.

Sebagian pihak berpendapat bahwa Grok mungkin mengalami kesalahan algoritma atau "halusinasi" AI, sementara pihak lain mulai meragukan setiap konten visual yang keluar dari zona konflik.

Teknologi deepfake memang sering disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, penipuan, hingga menjatuhkan kredibilitas tokoh publik.

Dalam konteks Netanyahu, apakah video tersebut benar-benar sebuah rekayasa canggih untuk menutupi kondisi aslinya, ataukah AI Grok yang gagal mengenali video otentik, tetap menjadi perdebatan panas yang membelah opini publik global hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesaksian Anak Selamat Bikin Merinding, Satu Keluarga di Tepi Barat Dibunuh Tentara Israel

Kesaksian Anak Selamat Bikin Merinding, Satu Keluarga di Tepi Barat Dibunuh Tentara Israel

News | Senin, 16 Maret 2026 | 11:42 WIB

5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?

5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?

News | Senin, 16 Maret 2026 | 07:32 WIB

Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel

Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel

News | Senin, 16 Maret 2026 | 06:15 WIB

Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama

Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama

News | Senin, 16 Maret 2026 | 06:03 WIB

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi

Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 03:30 WIB

Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat

Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB