- Permintaan Donald Trump agar Korea Selatan mengirim bantuan militer ke Selat Hormuz memicu perdebatan domestik di Seoul.
- Pengiriman pasukan Korea Selatan ke luar negeri memerlukan persetujuan Majelis Nasional sesuai konstitusi negara tersebut.
- Keterlibatan militer di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi langsung dengan Iran bagi Seoul.
Ancaman itu disampaikan saat harga minyak global melonjak tajam akibat konflik dengan Iran.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menegaskan negara-negara yang bergantung pada minyak dari Teluk Persia harus ikut menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
Trump menyebut sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan di kawasan itu berdampak besar pada ekonomi global.
Trump menilai negara-negara Eropa dan China justru lebih bergantung pada minyak dari kawasan tersebut dibanding Amerika Serikat.
Karena itu, ia meminta sekutu NATO ikut mengirim dukungan militer, mulai dari kapal penyapu ranjau hingga pasukan untuk mengamankan perairan dari ancaman Iran.
“Jika tidak ada respons, atau responsnya negatif, itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” kata Trump.
Trump juga kembali mengkritik aliansi tersebut dengan menyebut kerja sama selama ini berjalan tidak seimbang.
Kontributor: M.Faqih
Baca Juga: Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini