Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek

Irwan Febri

Senin, 16 Maret 2026 | 21:01 WIB
Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek
Donald Trump dalam pidatonya yang mengklaim kemenangan lawan Iran [dilansir via Daily Mail]
baca 10 detik
  • Permintaan Donald Trump agar Korea Selatan mengirim bantuan militer ke Selat Hormuz memicu perdebatan domestik di Seoul.
  • Pengiriman pasukan Korea Selatan ke luar negeri memerlukan persetujuan Majelis Nasional sesuai konstitusi negara tersebut.
  • Keterlibatan militer di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi langsung dengan Iran bagi Seoul.

Suara.com - Permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar Korea Selatan mengirim dukungan militer ke Selat Hormuz memicu perdebatan politik di Seoul.

Dilansir dari The Korea Herald, permintaan Trump dinilai tidak mudah direalisasikan karena harus melewati prosedur hukum serta persetujuan parlemen.

Trump sebelumnya meminta beberapa negara sekutu, termasuk Korea Selatan, ikut menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran.

Hingga kini, pemerintah Seoul menyatakan belum menerima permintaan resmi dari Washington, tetapi diskusi internal sudah mulai dilakukan.

Menurut konstitusi Korea Selatan, pengiriman pasukan ke luar negeri umumnya memerlukan persetujuan Majelis Nasional.

Aturan ini memberi kewenangan parlemen untuk menyetujui deklarasi perang, pengerahan pasukan, maupun perubahan misi militer di luar wilayah negara.

Perdebatan semakin kuat karena misi yang diminta berpotensi menempatkan pasukan Korea Selatan di zona konflik aktif.

Pengamat militer menilai situasi di Selat Hormuz berbeda dari operasi sebelumnya karena risiko konfrontasi langsung dengan Iran lebih besar.

Fokus pembahasan juga tertuju pada kemungkinan pengerahan Unit Cheonghae, satuan angkatan laut Korea Selatan yang selama ini bertugas dalam operasi anti-pembajakan di Teluk Aden.

baca juga

Pada 2020, wilayah operasi unit tersebut pernah diperluas hingga Selat Hormuz, tetapi saat itu tidak melibatkan pertempuran langsung.

Sejumlah politisi oposisi menegaskan bahwa pengerahan baru harus mendapat persetujuan parlemen.

Mereka menilai pengiriman kapal perang ke kawasan konflik merupakan keputusan besar yang tidak bisa diambil sepihak oleh pemerintah.

Sebagian anggota parlemen dari partai pemerintah juga menyuarakan kekhawatiran serupa.

Mereka menilai keterlibatan dalam operasi militer di Timur Tengah bisa membuat Korea Selatan menjadi target serangan dan memperburuk hubungan dengan Iran.

Donald Trump sempat memperingatkan masa depan NATO bisa sangat buruk jika negara-negara sekutu tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan minyak dunia.

Ancaman itu disampaikan saat harga minyak global melonjak tajam akibat konflik dengan Iran.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menegaskan negara-negara yang bergantung pada minyak dari Teluk Persia harus ikut menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Trump menyebut sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan di kawasan itu berdampak besar pada ekonomi global.

Trump menilai negara-negara Eropa dan China justru lebih bergantung pada minyak dari kawasan tersebut dibanding Amerika Serikat.

Karena itu, ia meminta sekutu NATO ikut mengirim dukungan militer, mulai dari kapal penyapu ranjau hingga pasukan untuk mengamankan perairan dari ancaman Iran.

“Jika tidak ada respons, atau responsnya negatif, itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” kata Trump.

Trump juga kembali mengkritik aliansi tersebut dengan menyebut kerja sama selama ini berjalan tidak seimbang.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini

Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini

News | Senin, 16 Maret 2026 | 20:27 WIB

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:46 WIB

Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer

Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:42 WIB

Iran Tantang Donald Trump Kirim Kapal ke Teluk Persia Jika Berani: Kami Kendalikan Selat Hormuz

Iran Tantang Donald Trump Kirim Kapal ke Teluk Persia Jika Berani: Kami Kendalikan Selat Hormuz

News | Senin, 16 Maret 2026 | 15:59 WIB

Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel

Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel

News | Senin, 16 Maret 2026 | 15:08 WIB

Israel Tuding Pelaku Penyerangan Sinagoga Michigan Adik Komandan Hizbullah

Israel Tuding Pelaku Penyerangan Sinagoga Michigan Adik Komandan Hizbullah

News | Senin, 16 Maret 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Jogja | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:31 WIB

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:29 WIB

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

Lampung | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:27 WIB

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:26 WIB

19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment

19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:25 WIB

Bukan Lagi Rp3.500, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September

Bukan Lagi Rp3.500, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:21 WIB

×