Trump Berang! Sindir Sekutu Ogah Kirim Kapal ke Selat Hormuz Meski 40 Tahun Dilindungi AS

Bangun Santoso

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:49 WIB
Trump Berang! Sindir Sekutu Ogah Kirim Kapal ke Selat Hormuz Meski 40 Tahun Dilindungi AS
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Presiden Trump mengkritik keras sekutu yang enggan berkontribusi keamanan di Selat Hormuz meskipun dilindungi AS selama ini.
  • Permintaan AS untuk mengerahkan kapal penyapu ranjau direspon negatif oleh beberapa negara mitra utama secara terbuka.
  • Eskalasi konflik Timur Tengah, termasuk serangan balik antara AS, Israel, dan Iran, mengganggu navigasi jalur energi vital.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah negara sekutu yang dinilai enggan berkontribusi dalam pengamanan jalur maritim vital di Timur Tengah.

Trump mengeluhkan sikap negara-negara yang selama ini berada di bawah perlindungan militer Amerika Serikat, namun menunjukkan keengganan saat diminta mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz.

Ketegangan di salah satu jalur perdagangan energi tersibuk di dunia tersebut meningkat drastis menyusul serangkaian insiden militer.

Trump mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap respons para mitra internasional yang dianggap tidak sebanding dengan komitmen keamanan yang telah diberikan Washington selama puluhan tahun.

"Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat antusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun," kata Trump pada Senin (16/3).

Pernyataan ini merujuk pada upaya Amerika Serikat untuk membentuk koalisi internasional guna memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Trump menekankan bahwa beban keamanan seharusnya dipikul bersama, terutama oleh negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati jalur tersebut.

"Kami ingin tahu, 'Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?' Mereka menjawab, 'Kami lebih suka tidak terlibat.' Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil," ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu, Trump secara spesifik telah meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan beberapa negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.

baca juga

Permintaan ini muncul di tengah kekhawatiran global akan gangguan pasokan energi yang dapat memicu krisis ekonomi dunia.

Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya dilaporkan tengah menyiapkan misi bersama untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker di tengah konflik Timur Tengah, menurut laporan Financial Times pada Minggu lalu.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan Teluk.

Selain persoalan di Selat Hormuz, Trump juga menyinggung keraguannya terhadap solidaritas aliansi pertahanan NATO.

Ia mengaku tidak yakin sekutu NATO akan membela Amerika Serikat jika terjadi serangan terhadap negaranya, sebuah pandangan yang kontras dengan komitmen kolektif yang selama ini dijunjung tinggi oleh aliansi tersebut.

Eskalasi konflik di kawasan ini mencapai titik kritis pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan dan menelan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Iran segera merespons tindakan tersebut dengan melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah.

Saling balas serangan ini menciptakan situasi keamanan yang sangat labil di kawasan tersebut.

Dampak langsung dari eskalasi militer ini adalah terhentinya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan arteri utama bagi pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara produsen di Teluk menuju pasar global.

Penutupan jalur ini berdampak langsung pada stabilitas ekspor dan produksi minyak di seluruh kawasan, yang memicu kekhawatiran akan lonjakan harga energi di tingkat internasional.

Bagi negara-negara di Asia dan Eropa yang menjadi importir utama minyak dari kawasan Teluk, situasi di Selat Hormuz menjadi ancaman serius bagi ketahanan energi nasional mereka.

Ketegangan antara retorika politik Trump dan realitas konflik di lapangan kini menempatkan stabilitas ekonomi global dalam posisi yang rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran

Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:15 WIB

Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa

Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:02 WIB

Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran

Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:50 WIB

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah

Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:45 WIB

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:35 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×