- Ledakan bubuk mercon di Mushala Desa Bakung, Blitar, menyebabkan dua pemuda terluka serius dan menjalani perawatan intensif.
- Insiden tersebut merusak parah plafon, pintu, dan fasilitas lain di mushala; polisi mengamankan barang bukti petasan rakitan.
- Kepolisian Udanawu kini melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti serta aktivitas perakitan bahan peledak di lokasi.
Suara.com - Suara dentuman keras yang mengguncang sebuah mushala di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memicu kepanikan warga sekitar. Insiden yang diduga berasal dari ledakan bubuk mercon itu mengakibatkan dua pemuda mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Udanawu AKP Ahmad Rochan mengatakan, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga terkait suara ledakan yang tidak biasa tersebut.
"Setelah kami menerima laporan langsung datangi tempat kejadian perkara dan betul ada dua korban yang langsung kami larikan ke rumah sakit," katanya di Blitar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/3/2026).
Dua korban diketahui berinisial MAP (16) dan MZ (19), warga Desa Jambean, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Keduanya mengalami luka cukup parah akibat insiden tersebut dan kini masih dirawat di rumah sakit wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Selain menyebabkan korban luka, ledakan juga menimbulkan kerusakan cukup parah pada bangunan mushala. Bagian plafon belakang hancur, sementara pintu, kaca, hingga sejumlah meja mengaji turut rusak akibat kerasnya dentuman.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah indikasi kuat adanya bahan peledak rakitan. Bau menyengat dari bubuk mercon dilaporkan masih tercium setelah kejadian, disertai asap pekat yang sempat memenuhi area mushala.
Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi, di antaranya selongsong petasan berdiameter hingga 4 dan 8 sentimeter, sebuah obeng, serta gulungan kertas yang diduga digunakan untuk merakit petasan.
"Kami masih lakukan pemeriksaan saksi saksi, termasuk keluarga korban atas keberadaan korban berada di mushala," kata AKP Rochan.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan, termasuk mendalami kemungkinan aktivitas perakitan mercon di lokasi tersebut.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain atau menggunakan bahan berbahaya seperti bubuk mercon karena berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan.
Insiden serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Ledakan yang diduga berasal dari bubuk mercon merusak rumah warga di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (15/3) malam itu berlangsung dua kali. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di bagian belakang rumah milik Moh. Yasin (59), saat penghuni berada di dalam rumah.
Tak lama setelah korban keluar rumah karena terkejut, ledakan kedua terjadi dan menyebabkan kerusakan parah pada bagian atap rumah.
Dalam kasus tersebut, polisi juga menemukan benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan bahan pembuatan mercon dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.