Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

Arief Apriadi

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:03 WIB
Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Di tengah gempuran AS dan Israel, Iran berinovasi menggunakan amunisi tandan untuk menembus sistem pertahanan udara Iron Dome secara efektif.
  • Taktik penyebaran bomblet di ketinggian ekstrem memaksa Israel membuang puluhan pencegat rudal mahal hanya untuk mengatasi satu rudal Iran.
  • Strategi perang atrisi ini berhasil memberikan tekanan psikologis dan beban ekonomi yang masif terhadap Israel yang terus dibayangi ketakutan.

Sistem canggih tersebut mungkin berhasil mencegat rudal balistik utama, tetapi mereka tampak kewalahan untuk menghentikan bom-bom kecil yang menyebar cepat.

"Ini adalah mekanisme untuk melewati pertahanan rudal aktif," ujar Tal Inbar, seorang pakar rudal yang menjadi konsultan untuk perusahaan pertahanan Israel.

Tal Inbar menjelaskan bahwa meskipun rudal balistik Iran berhasil dicegat oleh pencegat jarak jauh Israel, bom-bom kecil tersebut tetap akan menyebar dan jatuh ke bumi.

Kondisi ini terjadi karena rudal tersebut tidak tertabrak secara berhadapan langsung atau karena bomblet telah dilepaskan sepersekian detik sebelum benturan.

Menurut Tal Inbar, bomblet tersebut secara teori dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, tetapi pada kenyataannya upaya tersebut tidak selalu membuahkan hasil.

"Para perancang Iran kemungkinan besar beralih ke pendekatan penyebaran di ketinggian tinggi sebagian untuk meminimalkan peluang keberhasilan intersepsi berbasis darat," kata N.R. Jenzen-Jones, pakar amunisi dan Direktur Armament Research Services.

Ia menambahkan bahwa karena ukurannya yang kecil dan jatuh dengan kecepatan sangat tinggi, amunisi ini menjadi target yang sangat sulit untuk dilumpuhkan.

Dalam konflik sebelumnya, Iran sering menembakkan puluhan rudal sekaligus untuk membuat sistem pertahanan Israel kelebihan beban.

Namun, ketika AS dan Israel terus membombardir kemampuan peluncuran rudal Iran secara brutal, amunisi tandan menjadi solusi brilian bagi Teheran untuk tetap memberikan perlawanan yang sepadan.

baca juga

"Saya pikir Iran saat ini tidak memiliki kemampuan untuk mengatur rentetan rudal balistik dalam jumlah besar," ungkap Tal Inbar.

Ia memandang taktik ini sebagai sebuah langkah efisiensi di tengah keterbatasan.

"Jadi, jika Iran ingin menyebabkan banyak kerusakan, bahkan dengan sejumlah kecil rudal balistik, maka rudal submunisi dengan bomblet akan menjadi senjata pilihan," lanjut Tal Inbar.

Lebih dari sekadar menembus pertahanan udara, strategi ini tampaknya sengaja dirancang oleh Iran untuk menguras habis stok pencegat rudal milik Israel yang harganya sangat fantastis.

Iran memaksa musuhnya untuk menembakkan puluhan pencegat bernilai jutaan dolar hanya untuk menghilangkan ancaman dari satu rudal balistik tunggal.

"Ini adalah sebuah tantangan," kata Tal Inbar mengakui kerumitan strategi tersebut.

Ia menekankan bahwa ini adalah perang perhitungan matematis dan logistik.

"Persamaan antara jumlah rudal di Iran dan jumlah pencegat... baik itu di Israel atau Abu Dhabi atau Qatar, misalnya," ujar Tal Inbar.

Pihak militer Israel dan Komando Front Dalam Negeri kini semakin sibuk memperingatkan warga mereka tentang bahaya bomblet yang belum meledak di jalanan.

"Efeknya mirip dengan ledakan granat– kerusakan lokal yang relatif terbatas tetapi sangat berbahaya bagi siapa pun di dekatnya," demikian bunyi pernyataan resmi dari militer Israel.

Kenyataan pahit yang kini harus dihadapi Israel adalah bahwa Republik Islam Iran sedang memainkan strategi perang atrisi atau perang kelelahan jangka panjang yang sangat mematikan.

Hanya dengan satu rudal beramunisi tandan, Iran mampu memaksa jutaan warga Israel bersembunyi ketakutan di dalam bungker.

Taktik ini juga sukses memaksa koalisi Israel dan AS untuk terus menguras pasokan pencegat rudal mereka yang jumlahnya sangat terbatas.

"Penggunaan amunisi semacam itu yang terus-menerus kemungkinan dimaksudkan untuk memiliki efek menekan dan psikologis secara dominan, dengan Iran berusaha melemahkan tekad Israel dan membebankan biaya ekonomi dan sosial dengan memaksa orang-orang untuk terus berlindung dari serangan," pungkas N.R. Jenzen-Jones.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:39 WIB

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:28 WIB

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir

Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 04:26 WIB

Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter

Jadi Sorotan, Harga Bensin Iran Termurah di Dunia Hanya Rp500 per Liter

Video | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe

4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:53 WIB

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:49 WIB

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:47 WIB

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 18:43 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

×