- Operasi militer gabungan AS dan Israel menargetkan kompleks nuklir Iran di Natanz pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026.
- Otoritas Iran mengonfirmasi serangan mengarah ke pusat pengayaan uranium; tidak ada kebocoran radiasi terdeteksi.
- IAEA menerima laporan Iran dan mendesak semua pihak menahan diri untuk mencegah potensi bencana nuklir.
Gedung Putih menegaskan bahwa rangkaian operasi militer yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini merupakan langkah strategis bersama Israel untuk memutus jalur pengembangan senjata nuklir Teheran.
Sejak konflik ini pecah, situs Natanz tercatat telah berulang kali mengalami kerusakan signifikan akibat serangan udara yang bertubi-tubi.