- Aktor Jason Momoa dan keluarganya selamat setelah mengungsi dari banjir terparah di North Shore, Oahu, Hawaii.
- Banjir besar dipicu badai kuat, memaksa evakuasi ribuan warga sekitar bendungan Wahiawa yang berisiko jebol.
- Otoritas Honolulu memerintahkan 5.000 warga mengungsi; lebih dari 230 orang berhasil diselamatkan dari dampak bencana.
Suara.com - Aktor Hollywood Jason Momoa mengungkapkan dirinya dan keluarga berhasil selamat setelah mengungsi akibat banjir besar yang melanda Hawaii.
Badai kuat memicu banjir bandang terparah dalam lebih dari 20 tahun dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah.
Bintang film Aquaman itu mengatakan ia terpaksa meninggalkan kawasan North Shore, Oahu, setelah listrik padam dan air lumpur mulai merendam permukiman. Evakuasi dilakukan di sekitar bendungan Wahiawa yang dilaporkan berisiko jebol.
“Kami aman untuk sekarang, tapi banyak orang yang tidak. Kami mengirimkan cinta untuk semuanya,” kata Momoa dalam video di Instagram seperti dilansir dari NY Post.
“North Shore benar-benar kacau sekarang. Semoga semua orang selamat dan bisa keluar dari sana.” sambungnya.
Pria kelahiran Hawaii itu juga membagikan rekaman ombak besar di dekat rumah ayahnya.
Ia menyebut kondisi cuaca sangat berbahaya dan menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga.
Momoa bahkan membatalkan acara musik bersama bandnya demi menghindari risiko.
“Kami harus membatalkan acara. Yang paling penting sekarang adalah memastikan semua orang aman,” ujarnya.
Otoritas Honolulu memerintahkan lebih dari 5.000 warga mengungsi dari wilayah hilir bendungan yang disebut berada dalam kondisi kritis.
Bendungan itu dilaporkan hanya berjarak beberapa kaki dari kapasitas maksimum setelah hujan deras mengguyur tanpa henti.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, permukaan air di bendungan naik drastis dan memicu kekhawatiran jebol.
Pemerintah setempat menyebut struktur tersebut sudah lama dianggap rentan terhadap kerusakan.
Lebih dari 230 orang dilaporkan berhasil diselamatkan dari banjir yang merendam jalan, rumah, dan kendaraan.
Sekitar 10 orang dirawat karena hipotermia, sementara kerugian diperkirakan bisa menembus lebih dari 1 miliar dolar.