Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Bangun Santoso

Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
Ilustrasi garis polisi.
baca 10 detik
  • Dwintha Anggary (36) dibunuh pada Sabtu (21/3/2026) dini hari di Cipayung, Jakarta Timur, dengan tersangka utama WNA Iran bernama Fuad.
  • Fuad adalah mantan suami siri korban yang dikenal tertutup dan berhasil ditangkap di Tol Tangerang-Merak sore harinya.
  • Motif pembunuhan diduga kuat karena penolakan rujuk dari korban setelah Fuad datang dengan dalih meminjam sepeda motor.

Suara.com - Kasus kematian tragis Dwintha Anggary (36), cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, mengguncang warga Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Di balik peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari tersebut, muncul nama Fuad, seorang warga negara asing (WNA) asal Iran yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

Sosok Fuad menjadi pusat perhatian karena latar belakangnya yang tertutup dan hubungannya yang kompleks dengan korban sebelum nyawa Dwintha melayang di rumah kontrakannya sendiri.

Penyelidikan kepolisian mengungkapkan bahwa Fuad bukan orang asing bagi korban. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Fuad merupakan mantan suami siri Dwintha.

Keduanya diketahui pernah menjalani kehidupan bersama di Malaysia beberapa tahun silam sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah secara siri.

Namun, hubungan tersebut tidak bertahan lama. Setelah berpisah, Dwintha memilih kembali ke Jakarta dan menetap di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cipayung, sementara Fuad tetap berada dalam radar kehidupan korban hingga terjadinya peristiwa berdarah tersebut.

Di lingkungan tempat tinggal korban, sosok Fuad dikenal sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Ia hampir tidak pernah terlihat berinteraksi dalam kegiatan kemasyarakatan. Karakteristik Fuad yang menonjol adalah keterbatasan komunikasinya dengan warga lokal, di mana ia lebih sering menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Hal ini membuat keberadaannya di Jakarta tidak banyak diketahui secara mendalam oleh tetangga sekitar, hingga namanya mencuat dalam laporan kepolisian sebagai terduga pelaku pembunuhan.

baca juga

Keberadaan Fuad di sekitar lokasi kejadian mulai terendus sehari sebelum jasad Dwintha ditemukan.

Sejumlah saksi memberikan keterangan krusial yang memperkuat dugaan keterlibatan pria asal Iran tersebut.

Pada Jumat (20/3/2026), seorang saksi mata melihat Fuad sedang berjalan kaki di Gang Daman 2 menuju Gang Daman 1 dengan penampilan yang santai, mengenakan kaos berwarna hijau dan celana pendek.

Saksi tersebut bahkan sempat menyapa Fuad saat berpapasan di jalan, menunjukkan bahwa pelaku sudah memantau situasi di sekitar kontrakan korban sebelum melancarkan aksinya.

Kesaksian lain yang memperkuat jejak Fuad datang dari Siti, seorang warga yang melihat pria tersebut di Masjid Al Ikhlas Bambu Apus.

Fuad terpantau masih mengenakan pakaian yang sama saat melaksanakan salat Subuh, tepat beberapa jam sebelum penemuan jasad korban.

Kehadiran Fuad yang konsisten di area tersebut menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk memetakan pergerakannya sebelum dan sesudah waktu kematian korban yang diperkirakan terjadi pada dini hari.

Penemuan jasad Dwintha sendiri bermula dari kecurigaan sang ibu yang mendatangi kontrakan sekitar pukul 03.00 WIB.

Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya upaya pelaku untuk menutupi jejak, di mana pintu kamar terkunci dari dalam namun jendela ditemukan dalam keadaan terbuka.

Di dalam ruangan itulah, Dwintha ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai dengan kondisi yang mengenaskan.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai, dengan kondisi terdapat darah mengering di sekitar lokasi,” ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, Ressa Fiardi Marasabessy.

Polisi yang melakukan olah TKP menemukan bercak darah yang sudah mengering di area kasur dan lantai. Meskipun kondisi kamar berantakan, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

Telepon genggam Dwintha masih berada di lokasi, yang mengarahkan dugaan polisi bahwa motif pembunuhan ini bukanlah perampokan, melainkan persoalan pribadi yang mendalam antara pelaku dan korban.

Pelarian Fuad berakhir dengan cepat setelah tim gabungan dari Polsek Cipayung dan penyidik Polda Metro Jaya melakukan pengejaran intensif.

Hanya berselang beberapa jam setelah penemuan mayat, Fuad berhasil diringkus di ruas Tol Tangerang–Merak sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat ditangkap, ia diduga hendak melarikan diri lebih jauh untuk menghindari kejaran petugas. Fuad kemudian langsung digelandang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan maraton guna mengungkap fakta-fakta baru di balik tindakan nekatnya.

Motif di balik pembunuhan ini diduga kuat dipicu oleh asmara dan penolakan. Berdasarkan data yang dihimpun penyidik, Fuad mendatangi Dwintha dengan dalih ingin meminjam sepeda motor.

Namun, tujuan sebenarnya adalah untuk mengajak korban rujuk kembali setelah mereka berpisah selama satu bulan terakhir.

Penolakan tegas dari Dwintha disinyalir menjadi pemantik emosi Fuad yang tak terkendali hingga berujung pada kekerasan fisik yang mematikan.

Penyidik kini tengah mendalami bagaimana Fuad bisa masuk ke dalam kamar yang terkunci tersebut. Ada dugaan kuat bahwa Fuad masih memegang kunci duplikat rumah kontrakan tersebut, mengingat ia adalah mantan suami siri korban.

Polisi terus mengumpulkan bukti-bukti forensik dan keterangan tambahan untuk menyusun kronologi utuh dari saat Fuad masuk ke rumah hingga ia melarikan diri melalui jendela.

“Pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia,” ujar AKBP Ressa.

Jenazah Dwintha Anggary telah menjalani autopsi di RS Polri Kramat Jati untuk memastikan penyebab pasti kematiannya sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon.

Sementara itu, Fuad terancam jeratan hukum berat atas tindakannya yang telah menghilangkan nyawa cucu dari salah satu legenda komedi Indonesia tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat akan kerentanan kekerasan dalam hubungan personal yang berujung fatal di tengah masyarakat urban Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Cucu Mpok Nori Dibunuh Orang Irak, Karena Menolak Rujuk?

Cucu Mpok Nori Dibunuh Orang Irak, Karena Menolak Rujuk?

Entertainment | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:43 WIB

Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih

Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:11 WIB

Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana

Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:48 WIB

Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu

Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:55 WIB

Amuk Celurit di Cilincing: Sopir Angkot Tewas Dibacok, Pelaku Diciduk Saat Bersembunyi di Kontainer

Amuk Celurit di Cilincing: Sopir Angkot Tewas Dibacok, Pelaku Diciduk Saat Bersembunyi di Kontainer

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:08 WIB

Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel

Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 05:13 WIB

Terkini

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:38 WIB

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

×