- Pemerintah Iran secara tegas membantah adanya negosiasi atau komunikasi dengan Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump.
- Teheran mengklaim AS mundur karena takut akan respons keras Iran terhadap potensi ancaman infrastruktur energi kawasan.
- Situasi ini bertolak belakang dengan klaim Trump mengenai pembicaraan produktif serta ultimatum militer terkait Selat Hormuz.
Iran merespons dengan ancaman balasan serius.
Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energinya akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur kritis milik AS dan sekutunya di kawasan.
Ketegangan bahkan meningkat dengan laporan potensi serangan terhadap fasilitas air di negara-negara Teluk.
Seorang pejabat PBB memperingatkan bahwa skenario ini bisa memicu krisis kemanusiaan besar jika benar terjadi.
Di saat bersamaan, laporan media AS menyebut adanya pengerahan besar-besaran pasukan dan kapal induk menuju kawasan Selat Hormuz.
Militer AS dikabarkan siap menghadapi konfrontasi terbuka demi menjaga jalur perdagangan dunia tetap aman.
Kontributor: Adam Ali