Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
PLTN Bushehr (Antara)
baca 10 detik

Rusia memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan di PLTN Bushehr Iran sangat membahayakan dunia.

Iran mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi negara sekutu AS sebagai bentuk aksi balasan.

Konflik bersenjata antara AS Israel dan Iran kini mulai menyasar fasilitas gas terbesar dunia.

Suara.com - Ketegangan geopolitik perang Amerika Serikat - Israel vs Iran di Timur Tengah mencapai titik didih baru yang memicu kekhawatiran masyarakat internasional belakangan ini.

Moskow secara resmi melayangkan peringatan keras kepada Washington mengenai aktivitas militer di sekitar instalasi nuklir Iran.

Pemerintah Rusia melihat adanya risiko besar yang mengintai keamanan global akibat provokasi bersenjata di wilayah sensitif tersebut.

Dmitry Peskov selaku juru bicara Kremlin mengonfirmasi bahwa pesan keberatan ini telah disampaikan secara terbuka kepada Amerika Serikat.

Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya eskalasi yang bisa berujung pada kerusakan lingkungan dan kemanusiaan permanen.

"Serangan seperti itu sangat berbahaya dan bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki," kata Peskov, Senin (23/3), seperti dilansir Reuters.

Pernyataan tegas ini merupakan respons atas laporan adanya proyektil yang jatuh di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir PLTN Bushehr.

Peristiwa mencekam tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam di area yang menjadi jantung energi atom Teheran.

Pusat Diplomasi Publik Organisasi Energi Atom Iran memberikan keterangan bahwa insiden berlangsung sekitar pukul tujuh malam waktu setempat.

baca juga

Beruntung, laporan teknis menunjukkan bahwa hantaman tersebut tidak sampai merusak struktur vital pada pembangkit listrik tersebut.

Otoritas terkait memastikan bahwa seluruh sistem operasional di PLTN Bushehr masih berfungsi dengan normal tanpa kendala.

Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa maupun personel yang mengalami luka-luka akibat ledakan proyektil tersebut.

Informasi mendetail mengenai kejadian ini juga telah diteruskan kepada Badan Energi Atom Internasional sebagai prosedur standar.

Meskipun demikian, pihak Teheran mengutuk keras aksi tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Mereka memberikan peringatan bahwa dampak dari gangguan fasilitas nuklir tidak hanya akan dirasakan oleh Iran saja.

Gangguan pada situs atom berpotensi menyebarkan dampak buruk ke seluruh negara di wilayah Teluk secara luas.

Situasi makin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel diketahui melakukan operasi militer di sektor energi lainnya.

Fasilitas gas South Pars yang menjadi aset ekonomi krusial Iran menjadi sasaran serangan pada pertengahan pekan lalu.

Perlu diketahui bahwa South Pars merupakan cadangan gas alam terbesar di dunia yang menghidupi mayoritas kebutuhan domestik.

Ladang gas ini dikelola secara bersama oleh pihak Iran dan raksasa energi Qatar sejak puluhan tahun lalu.

Hantaman roket tersebut memicu kemarahan besar dari Korps Garda Revolusi Islam atau dikenal sebagai IRGC.

Garda Revolusi menegaskan siap melakukan tindakan balasan yang jauh lebih menghancurkan jika sektor energi mereka kembali diganggu.

Target balasan mereka tidak main-main karena mencakup seluruh infrastruktur minyak dan gas milik sekutu Amerika Serikat.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab kini berada dalam bayang-bayang ancaman militer Teheran.

Eskalasi nyata terjadi ketika rudal Iran menghantam fasilitas gas Ras Laffan di Qatar hingga menyebabkan kerusakan masif.

Tindakan ini langsung mendapatkan kecaman hebat dari pemerintah Qatar yang merasa kedaulatan energinya mulai terancam secara langsung.

Pihak Iran berdalih bahwa serangan tersebut merupakan pesan awal atas kesalahan fatal yang dilakukan blok Barat.

"Kami memperingatkan Anda sekali lagi bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Republik Islam, dan tanggapannya sedang dilaksanakan," demikian pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

Ketegangan ini diprediksi akan terus berlanjut selama kedua belah pihak tidak menurunkan ego militer mereka masing-masing.

Teheran menutup pernyataan mereka dengan ancaman yang lebih mengerikan terkait masa depan pasokan energi global di kawasan.

Dunia kini menanti langkah diplomasi selanjutnya untuk mencegah kehancuran total di wilayah produsen minyak dunia tersebut.

Rusia tetap pada posisinya meminta Amerika Serikat untuk menahan diri demi menghindari bencana nuklir yang tidak terduga.

Semua mata kini tertuju pada dinamika di Teluk Persia yang kian hari kian menunjukkan tanda-tanda konflik terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47 WIB

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB