Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Maret 2026 | 11:39 WIB
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
Mojtaba Khamenei (Jerusalem Post)
baca 10 detik
  • Iran memilih strategi perang pelemahan demi menjaga stabilitas rezim pasca kematian pemimpinnya.

  • Kehilangan banyak tokoh kunci tidak menyurutkan ambisi Teheran untuk memperluas target serangan global.

  • Perpanjangan durasi konflik digunakan sebagai alat negosiasi dan restrukturisasi komando militer internal.

Secara logika, pilihan untuk terus bertempur di tengah krisis ekonomi dan militer tampak sangat berisiko.

Namun, para pakar menilai bahwa memperpanjang konflik adalah langkah terukur demi keberlangsungan hidup rezim.

Bagi penguasa di Teheran, ancaman nyata bukanlah kekalahan perang, melainkan persepsi kegagalan di mata rakyat.

Jika mereka menyerah terlalu cepat, gelombang protes internal dikhawatirkan akan meruntuhkan kekuasaan yang ada.

Dengan terus beradu fisik, Teheran ingin membuktikan bahwa mereka sanggup menahan tekanan sehebat apapun.

Karena kalah dalam teknologi perang konvensional, mereka kini beralih sepenuhnya pada strategi perang pelemahan.

Penggunaan drone murah, rudal, dan jaringan sekutu menjadi instrumen utama untuk menguras sumber daya musuh.

Tujuannya adalah memaksa lawan masuk ke dalam pusaran konflik yang memakan biaya sangat tinggi.

Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan mampu memberikan tekanan balik kepada negara-negara yang jauh lebih kuat.

baca juga

Ambisi Iran untuk memperluas cakupan perang juga terlihat dari ancaman terhadap jalur pengiriman logistik global.

Infrastruktur energi dunia kini masuk dalam radar ancaman sebagai bentuk tekanan diplomatik lewat kekerasan.

Upaya serangan terhadap basis militer jauh seperti di Diego Garcia menunjukkan jangkauan operasional yang kian luas.

Seorang komandan Garda Revolusi secara tegas memperingatkan potensi serangan global terhadap fasilitas publik dan pariwisata.

Pernyataan ini mencerminkan penilaian luas bahwa Teheran sedang mencoba menarik perhatian dunia secara paksa.

Waktu yang diperoleh dari perpanjangan konflik digunakan Iran untuk menambal kekosongan kursi kepemimpinan mereka.

Jeda ini sangat krusial agar struktur komando yang sempat kocar-kacir dapat diorganisir kembali secara efektif.

Sifat desentralisasi dari Garda Revolusi memungkinkan mesin perang Iran tetap bekerja meski puncaknya telah hancur.

Langkah ini juga menjadi bagian dari kalkulasi diplomatik untuk posisi tawar di masa depan yang lebih baik.

Teheran memandang kemampuan menahan penderitaan sebagai sebuah bentuk kekuatan ideologis yang sangat luhur.

Setiap kerugian yang dialami justru dibingkai sebagai bukti bahwa mereka adalah bangsa yang memiliki ketahanan luar biasa.

Meski risiko kehancuran ekonomi semakin nyata, Iran tampaknya tetap teguh pada jalur peperangan yang panjang ini.

Mereka bertaruh bahwa konflik yang melelahkan akan membawa hasil lebih baik daripada tunduk pada kemauan lawan.

Keputusan ini tetap membawa bahaya eskalasi yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi perang yang jauh lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:28 WIB

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:35 WIB

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar

Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober

Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:30 WIB

Detik-Detik Evakuasi Sopir Truk yang Terjepit Usai Kecelakaan di Ciracas Jakarta Timur

Detik-Detik Evakuasi Sopir Truk yang Terjepit Usai Kecelakaan di Ciracas Jakarta Timur

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:28 WIB

Lawan Timnas Indonesia di GBK, Media Malaysia: Apakah Pemain Kami Nanti Naik Baracuda?

Lawan Timnas Indonesia di GBK, Media Malaysia: Apakah Pemain Kami Nanti Naik Baracuda?

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 17:25 WIB

Ulasan Lie After Lie: Saat Kebohongan Menjadi Satu-satunya Jalan Keluar

Ulasan Lie After Lie: Saat Kebohongan Menjadi Satu-satunya Jalan Keluar

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:25 WIB

Harga Cabai Makin Mahal, Pemerintah Salahkan Cuaca

Harga Cabai Makin Mahal, Pemerintah Salahkan Cuaca

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:25 WIB

Rp 50 Juta Ditemukan KPK dalam Koper di Rumah Bupati Bolmut

Rp 50 Juta Ditemukan KPK dalam Koper di Rumah Bupati Bolmut

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:21 WIB

×