Ketua Umum PRIMA: Indonesia Harus Berdikari & Berkepribadian di Tengah Perebutan Sumber Daya Global

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 21:00 WIB
Ketua Umum PRIMA: Indonesia Harus Berdikari & Berkepribadian di Tengah Perebutan Sumber Daya Global
Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono (Dok: Kemensos)

Suara.com - Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya Indonesia berdiri sebagai negara yang mandiri dan berkepribadian kuat di tengah dinamika global yang semakin keras, terutama dalam perebutan sumber daya alam.

Menurut Agus Jabo, sejak zaman tribalisme hingga era kapitalisme modern, sumber daya alam kerap menjadi sumber konflik.

Dalam situasi tersebut, kata dia, pihak yang kuat cenderung mencari legitimasi untuk menindas yang lemah demi menguasai sumber daya.

“Dalam banyak kasus, hukum dan demokrasi menjadi tidak lagi dominan. Yang berlaku adalah kekuatan dan kekuasaan. Konflik yang terjadi bukan lagi semata ideologis, tetapi lebih pada upaya mengamankan kepentingan masing-masing negara,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/3/2026).

Ia menekankan bahwa ketersediaan pangan dan energi merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk tetap berdiri kokoh. Oleh karena itu, kedaulatan pangan dan energi harus menjadi prioritas utama.

“Negara akan kuat jika mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam yang berdaulat, dengan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, menjadi fondasi utama untuk mencapai hal tersebut,” jelas Agus Jabo.

Lebih lanjut, Agus Jabo menyebut bahwa kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud jika sumber-sumber kehidupan pokok dikelola secara berdaulat dan didistribusikan secara adil dan merata.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya akses universal terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, negara harus memastikan seluruh warga, terutama usia produktif, memiliki pekerjaan, serta memberikan perlindungan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan penderita penyakit katastropik.

Dalam konteks pemerintahan saat ini, Agus Jabo menyatakan bahwa berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

“Hilirisasi sumber daya alam, kedaulatan pangan dan energi, program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi desa, hingga kampung nelayan adalah langkah konkret menuju kemandirian bangsa dan kemakmuran rakyat,” katanya.

Namun demikian, ia menilai upaya tersebut tidak lepas dari tantangan. Agus Jabo menuding adanya kelompok-kelompok tertentu yang selama ini hanya mengejar keuntungan pribadi dan berupaya menghambat program-program kerakyatan pemerintah.

“Ada kelompok yang saya sebut sebagai ‘serakahnomics’, yakni kekuatan imperialis dan oligarki yang ingin terus menguasai sumber daya alam Indonesia serta mengontrol ekonomi politik demi melindungi kepentingan kapitalnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti praktik korupsi yang dinilai masih menjadi penghambat kemajuan bangsa, serta adanya upaya sistematis untuk mendelegitimasi program pemerintah melalui berbagai instrumen, termasuk provokasi dan upaya memecah belah masyarakat.

Menurut Agus Jabo, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini, Indonesia membutuhkan penguatan kesadaran kebangsaan dan persatuan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM

Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:33 WIB

BRI Dorong 14,98 Juta UMKM Naik Kelas, TSDC Bali Jadi Contohnya

BRI Dorong 14,98 Juta UMKM Naik Kelas, TSDC Bali Jadi Contohnya

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 10:58 WIB

Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta

Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:51 WIB

Menteri Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, Tetapi Barang Impor China

Menteri Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, Tetapi Barang Impor China

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 21:25 WIB

Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM

Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM

Tekno | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:47 WIB

BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar

BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini

Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:15 WIB

Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat

Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:14 WIB

Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total

Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:05 WIB

Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng

Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:01 WIB

Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA

Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:01 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran

Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:59 WIB

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:52 WIB

KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:43 WIB

Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:24 WIB