Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 09:41 WIB
Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran
Mohammad Bagher Ghalibaf (EPA)
baca 10 detik
  • Mohammad Bagher Ghalibaf menjadi figur terkuat Iran pasca kematian para pemimpin senior rezim.

  • Ghalibaf memiliki latar belakang lengkap sebagai pilot tempur, mantan polisi, hingga ketua parlemen.

  • Ketua Parlemen Iran ini kini mengomandoi strategi perang asimetris melawan tekanan Amerika Serikat.

Situasi ini kontras dengan nasib Larijani yang tewas dalam serangan udara Israel pada hari Senin awal pekan ini.

Kematian Larijani terjadi menyusul tewasnya Khamenei pada akhir Februari 2026 yang mengubah peta kekuatan internal rezim Iran.

Ghalibaf memiliki portofolio yang sangat lengkap mulai dari sektor keamanan hingga birokrasi sipil yang sangat kompleks.

Ia pernah memegang tongkat komando korps kedirgantaraan Garda Revolusi sebelum akhirnya beralih menjadi kepala kepolisian di Teheran.

Pengalamannya semakin luas saat menjabat sebagai Walikota Teheran hingga akhirnya menduduki kursi nomor satu di parlemen nasional.

Sebagai pilot yang berkualifikasi, Ghalibaf dikenal karena sering membual bahwa ia mampu menjadi kapten pesawat jumbo.

Analisis Pakar Terhadap Posisi Politik Ghalibaf

Para pengamat internasional menilai Ghalibaf memiliki jalinan hubungan yang kuat di berbagai faksi militer maupun lembaga pemerintahan.

Farzan Sabet, seorang peneliti pengelola di Geneva Graduate Institute, mengatakan bahwa setelah pembunuhan Larijani, Ghalibaf adalah "orang yang kemungkinan besar mengawasi upaya dan strategi perang".

baca juga

Kapasitasnya sebagai mantan petinggi IRGC membuatnya sangat kredibel untuk memimpin koordinasi pertahanan nasional dalam situasi darurat global.

"Dia adalah ketua parlemen, mantan komandan senior IRGC, dan memiliki hubungan lintas faksi dan kelembagaan yang kuat, yang menempatkannya pada posisi yang tepat untuk menduduki peran ini," katanya kepada AFP.

Karier militernya meroket sejak Perang Iran-Irak hingga ia dipercaya membangun pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi yang modern.

Ambisi politik Ghalibaf sudah terlihat sejak lama melalui partisipasinya dalam berbagai edisi pemilihan presiden di negara para mullah.

Ia sempat mencalonkan diri pada tahun 2005 namun kalah dari figur ultra-konservatif Mahmoud Ahmadinejad yang kala itu cukup mengejutkan.

Meski gagal menjadi presiden pada 2013 dan 2024, pengaruhnya justru semakin mengakar kuat di dalam struktur inti kekuasaan.

Selama memimpin ibu kota, ia dipuji karena visi teknokratisnya namun juga dihantam isu korupsi oleh para lawan politiknya.

Organisasi kemanusiaan juga menyoroti perannya dalam meredam berbagai gelombang demonstrasi besar yang terjadi di Iran sejak tahun 1999.

Sosok Terkuat Pengendali Masa Depan Iran

"Orang terkuat Iran saat ini mungkin adalah Ghalibaf," kata Arash Azizi, dosen di Universitas Yale, menggambarkannya sebagai "sosok langka yang portofolionya mencakup fungsi militer, keamanan, dan politik rezim".

Kombinasi kemampuan intelijen dan lobi politik menjadikannya figur yang hampir tidak memiliki tandingan di pemerintahan Iran sekarang.

"Dia dikenal sebagai orang yang memimpin upaya perang saat ini," kata Azizi, menambahkan bahwa Ghalibaf tampaknya merupakan sekutu Mojtaba Khamenei.

Banyak pihak meyakini bahwa saat ini ia berada pada puncak kejayaan karier politiknya dengan kontrol yang sangat luas.

"Dia tampaknya berada dalam posisi yang sangat menguntungkan sekarang."

Ghalibaf percaya bahwa konflik yang terjadi saat ini akan merombak total tatanan kekuasaan di kawasan Timur Tengah.

Namun, ia menegaskan bahwa dominasi Barat tidak akan lagi menjadi penentu tunggal dalam peta geopolitik masa depan tersebut.

Ghalibaf memperkirakan perang tersebut akan mengubah wajah Timur Tengah, tetapi bukan dengan syarat yang diinginkan Washington.

Keyakinannya didasarkan pada ketahanan rezim dan kemampuan adaptasi militer Iran dalam menghadapi teknologi perang modern pihak lawan.

"Tata tertib di sini akan berubah, tetapi itu bukan tata tertib di mana kehendak Amerika Serikat akan berlaku," katanya dalam sebuah wawancara video yang direkam dan disiarkan oleh kantor berita Tasnim dan media lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×