- Dasco Maret 2026 menekankan pentingnya persatuan nasional untuk menuntaskan legislasi dan kebijakan prorakyat.
- Dasco menjamin transparansi revisi UU Ketenagakerjaan melibatkan serikat pekerja dan pengusaha secara kolaboratif.
- Dasco mengawal isu publik seperti Makan Bergizi Gratis hingga desa dan mendorong prioritas RUU PPRT serta Data.
"Kita semua perlu persatuan nasional serta sumbangsih yang bukan omon-omon, itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian," tegasnya.
3. Mengawal Program Makan Bergizi Gratis Hingga ke Desa
Ketika berdiskusi secara tertutup dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3), Dasco membawa serta sejumlah persoalan untuk dibahas bersama.
Sejumlah isu yang didiskusikan ialah nasib pengemudi ojek online, tata kelola lahan di perdesaan terutama tentang reforma agraria, hingga mengintensifkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG hingga bisa masuk desa.
Dasco, seusai pertemuan, mengatakan seluruh isu yang dibahas bersama presiden itu adalah aspirasi dari para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia atau AKSI.
"Aspirasi ini dari kawan-kawan AKSI, terkait program-program pemerintah. Satu satu yang terpenting adalah bagaimana memastikan MBG bisa menjangkau masyarakat desa," kata Dasco.
4. Prioritas RUU PPRT dan Keamanan Data Nasional
Dalam rapat pimpinan DPR, Rabu (11/3), Dasco memetakan target legislasi sebelum memasuki kuartal kedua tahun 2026.
Ia mendorong penuntasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Satu Data demi efisiensi penanganan bencana di masa depan.
"Pengalaman kita di beberapa titik bencana kemarin menunjukkan data antar-kementerian sering berbeda. Maka RUU Satu Data dan RUU PPRT menjadi prioritas yang kita targetkan rampung tahun ini sebagai bentuk perlindungan nyata negara kepada rakyat kecil," kata dia.
5. Instruksi Kesederhanaan Lebaran
Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H yang jatuh pada Sabtu (21/3), Dasco sebagai Ketua Harian Partai Gerindra mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader dan stafnya untuk tidak menggelar perayaan mewah. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati nasional.
"Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan dalam surat edaran Mensesneg agar pelaksanaan open house dilakukan secara sederhana. Kita harus menjaga empati sosial di tengah situasi nasional saat ini. Mari kita rayakan kemenangan dengan kesederhanaan namun tetap khidmat."