Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

Bernadette Sariyem

Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:24 WIB
Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kiri) dan Kapal Tanker berbendera Iran yang dilelang Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Iran memblokade Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, hanya mengizinkan enam negara melintas.
  • Indonesia dikecualikan karena sengketa penahanan dan pelelangan aset kapal tanker milik Iran oleh otoritas Indonesia.
  • Blokade berdampak pada ekonomi Indonesia; kapal Pertamina tertahan dan biaya logistik pelayaran Timur Tengah melonjak.

Kapal itu resmi masuk ke bursa lelang dengan angka yang sangat fantastis. Tidak hanya kapalnya, muatan minyak mentah jenis Light Crude Oil (LCO) yang berada di dalamnya pun ikut dilelang dalam satu paket yang menjadi pusat perhatian investor internasional.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Lelang, ini merupakan upaya lelang kedua yang dijadwalkan setelah proses serupa pada Desember 2025 belum membuahkan hasil.

Publik dan calon pembeli memiliki waktu hingga 30 Januari 2026 untuk mengajukan penawaran atas kapal yang kini bersandar di perairan Kepulauan Riau tersebut.

Nilai Fantastis dan Jaminan Miliaran Rupiah

Nilai yang dipatok untuk kapal beserta isinya ini tidak main-main. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNKL) di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencantumkan nilai limit kapal tersebut sebesar Rp 1,17 triliun.

Bagi para peminat yang ingin mengikuti kontestasi ini, diwajibkan menyetorkan uang jaminan sebesar Rp 118 miliar.

Angka triliunan tersebut dianggap wajar mengingat spesifikasi dan muatan yang dibawa.

MT Arman 114 memiliki kapasitas muat atau deadweight mencapai 300.579 DWT. Yang paling menggiurkan bagi para pelaku industri energi adalah muatannya: terdapat sekitar 167 ribu metrik ton atau setara dengan 1,25 juta barel minyak mentah yang masih tersimpan rapi di dalam tangki-tangki kapal tersebut.

Drama Penangkapan di Batam dan Kapten yang Kabur

baca juga

Keberadaan MT Arman 114 di tangan otoritas Indonesia berawal dari sebuah drama penegakan hukum di laut pada Juli 2023.

Kapal patroli Indonesia mendeteksi aktivitas mencurigakan di perairan Batu Ampar, Batam.

Saat itu, Arman 114 tertangkap basah sedang melakukan transfer minyak ilegal antar kapal (ship-to-ship transfer) tanpa izin resmi dan diduga sengaja membuang limbah ke laut Indonesia.

Sadar aksi mereka terendus, kru kapal sempat mencoba melarikan diri dengan mengangkat jangkar secara tergesa-gesa.

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi hingga memasuki wilayah perairan tetangga. Namun, koordinasi yang apik membuat kapal ini berhasil dihentikan oleh otoritas Malaysia sebelum akhirnya dikembalikan ke Indonesia untuk diproses hukum.

Kasus hukumnya pun dipenuhi intrik. Kapten kapal, seorang warga negara Mesir, sempat menjalani proses peradilan.

Tapi, beberapa hari sebelum vonis dibacakan, sang kapten menghilang dan melarikan diri dari Indonesia.

Hakim akhirnya menjatuhkan vonis in absentia. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara serta denda sekitar USD 300.000 atas tuduhan pencemaran lingkungan.

Bersamaan dengan itu, pengadilan memerintahkan penyitaan total terhadap kapal tanker beserta seluruh muatan minyaknya untuk dilelang bagi negara.

Misteri Pemilik dan Jejak 'Shadow Fleet'

Salah satu aspek yang paling menarik dari MT Arman 114 adalah status kepemilikannya yang abu-abu.

Meskipun terdaftar di bawah bendera Iran, identitas asli pemilik kapal ini sangat sulit dilacak. Iran sendiri secara resmi telah membantah keterlibatan atau kepemilikan atas minyak tersebut sejak kapal disita.

Di sisi lain, sebuah perusahaan yang terdaftar di Panama sempat mengajukan klaim kepemilikan di Pengadilan Batam, namun klaim tersebut ditolak oleh hakim.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa MT Arman 114 adalah bagian dari "armada bayangan" (shadow fleet), yakni sekumpulan kapal tanker tua yang digunakan secara rahasia untuk mengangkut minyak dari negara-negara yang terkena sanksi internasional seperti Iran, Venezuela, dan Rusia.

Rekam jejak kapal ini memang penuh dengan perubahan identitas. Dibangun pada 1997 oleh Hyundai Heavy Industries di Korea Selatan, kapal ini telah berganti nama sebanyak lima kali. Mulai dari Overseas Meridian (2011), Meridian Lion (2013), hingga menjadi Grace 1 pada 2019.

Saat bernama Grace 1, kapal ini pernah menciptakan ketegangan diplomatik besar ketika disita oleh otoritas Inggris di Gibraltar karena diduga membawa minyak ke Suriah, yang melanggar sanksi Uni Eropa.

Setelah dilepaskan, ia berganti nama menjadi Adrian Darya 1 dan akhirnya menjadi MT Arman 114 pada tahun 2020. Sejak 2019, kapal ini juga sudah masuk dalam daftar hitam sanksi Amerika Serikat.

Kapal ini juga dikenal memiliki kemampuan teknis untuk memalsukan data AIS (Automatic Identification System) guna mengelabui posisi aslinya di radar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:51 WIB

2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:05 WIB

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:46 WIB

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:24 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembatalan RPerppu Pemberantasan Tindak Pidana Ekonomi

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembatalan RPerppu Pemberantasan Tindak Pidana Ekonomi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Belum 24 Jam, Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Tembus 132 Jiwa, Ratusan Orang Terluka Parah

Belum 24 Jam, Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Tembus 132 Jiwa, Ratusan Orang Terluka Parah

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:46 WIB

TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri

TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu

Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu

Bali | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Saham GIAA Tiba-tiba Terbang Tinggi, Bertahan Sampai Kapan

Saham GIAA Tiba-tiba Terbang Tinggi, Bertahan Sampai Kapan

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:40 WIB

4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat

4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!

Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:39 WIB

4 Rekomendasi  Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:37 WIB

BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen

BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les

Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia

Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:32 WIB

×