- Badan Gizi Nasional mengaktifkan kembali SPPG Seri Kuala Lobam di Bintan pada 16 Maret 2026 setelah evaluasi.
- Penutupan sementara terjadi 8 Maret 2026 karena menu tidak sesuai standar gizi yang viral.
- SPPG tersebut melayani 2.870 siswa serta 252 ibu hamil dan balita di Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktifkan kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, setelah sebelumnya sempat ditutup akibat ketidaksesuaian penyajian menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bintan, Rony Kartika, mengatakan pengoperasian kembali ini dilakukan setelah melalui evaluasi dan verifikasi menyeluruh sesuai aturan yang berlaku.
"Pengaktifan kembali ini dilakukan setelah melalui proses evaluasi dan verifikasi menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku," kata Rony di Bintan, Jumat.
SPPG Seri Kuala Lobam kembali beroperasi sejak 16 Maret 2026 berdasarkan surat keputusan BGN. Dalam proses evaluasi, fasilitas tersebut dinyatakan telah memenuhi sejumlah syarat utama, termasuk perbaikan dalam pengolahan makanan sesuai standar MBG serta pembenahan infrastruktur dan sarana pendukung.
Meski sudah kembali aktif, pengawasan terhadap operasional SPPG tetap akan diperketat untuk memastikan kualitas layanan gizi berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan program di lapangan.
"Kami butuh pengawasan masyarakat secara langsung untuk memastikan Program MBG berjalan dengan baik, tidak hanya di satu SPPG, melainkan seluruh SPPG di Bintan," ucapnya.
SPPG Seri Kuala Lobam yang bermitra dengan Yayasan Gawe Rencage Pasundan saat ini mendistribusikan program MBG kepada 2.870 penerima manfaat dari 20 sekolah, mulai dari PAUD-TK hingga SMA sederajat. Selain itu, program ini juga menjangkau 252 ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Secara keseluruhan, saat ini terdapat 16 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Bintan.
Sebelumnya, SPPG Seri Kuala Lobam sempat ditutup sementara pada 8 Maret 2026 setelah menu MBG yang disajikan tidak memenuhi standar gizi, yakni pembagian kelapa utuh kepada ribuan penerima yang kemudian viral di media sosial.
(Antara)