Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:56 WIB
Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan
Ilustrasi cuaca panas. (Pixabay/ Engin_Akyurt)
baca 10 detik
  • Pemanasan global meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem; laju kenaikan suhu Bumi dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.
  • Kenaikan suhu memicu pencairan es kutub, menyebabkan permukaan laut naik dan meningkatkan frekuensi siklon serta banjir.
  • Peningkatan suhu memperparah kondisi musim kemarau, berpotensi menyebabkan kekeringan yang menyulitkan sektor pertanian pangan.

Suara.com - Intensitas cuaca ekstrem kian sering melanda Indonesia maupun berbagai negara di dunia. Fenomena ini tidak terlepas dari laju pemanasan global yang meningkat hampir dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Jika pada periode 1970–2015 suhu Bumi meningkat sekitar 0,2 derajat Celsius per dekade, dalam satu dekade terakhir angkanya melonjak menjadi 0,35 derajat Celsius per dekade—naik sekitar 75 persen.

Pakar klimatologi dari Fakultas Geografi UGM, Emilya Nurjani, menjelaskan peningkatan suhu Bumi akan berdampak pada mencairnya es di Kutub Utara. Kondisi ini memicu kenaikan volume air laut dan berpotensi mengurangi ketinggian wilayah dataran rendah.

“Jika suhu udara makin tinggi menyebabkan suhu muka laut meningkat, maka dampak lainnya adalah siklon yang akan lebih sering terjadi. Jika siklon meningkat, maka risiko banjir, angin kencang, dan perubahan kondisi cuaca ekstrem juga ikut meningkat,” ujar Emilya, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, faktor utama peningkatan suhu Bumi adalah pemanasan global yang dipicu penggunaan bahan bakar fosil. Emisi tersebut meningkatkan gas rumah kaca, sehingga radiasi matahari lebih banyak diserap daripada dipantulkan kembali ke atmosfer.

Kondisi ini membuat suhu permukaan Bumi semakin panas dan memicu peningkatan proses evaporasi dan transpirasi. Akibatnya, jumlah uap air di troposfer bertambah dan memperbesar potensi pembentukan awan.

Ketika pembentukan awan meningkat, intensitas hujan juga ikut naik. Curah hujan tinggi ini berisiko menimbulkan genangan hingga banjir di berbagai wilayah.

Namun di sisi lain, peningkatan suhu juga dapat memperpanjang musim kemarau. Hal ini berkaitan dengan pengaruh monsun Australia, yang membawa uap air dari selatan namun tidak banyak melewati wilayah Indonesia.

“Proses pembentukan awan pada saat musim kemarau menjadi berkurang sehingga kita mengalami musim kemarau yang lebih kering,” jelasnya.

baca juga

Kondisi ini berdampak langsung pada sektor pangan. Suhu yang semakin tinggi berpotensi memicu kekeringan, yang menyulitkan petani, terutama dalam menentukan pola tanam.

“Petani akan sulit untuk menanam padi, terutama pada masa tanam ketiga,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Emilya mendorong penerapan regulatory harvesting, yakni upaya menangkap dan menyimpan air hujan, misalnya dari atap bangunan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air sesuai kebutuhan.

“Air digunakan sesuai fungsinya. Untuk kebutuhan domestik bisa menggunakan air tanah, sementara untuk kebutuhan lain bisa memanfaatkan air permukaan. Karena pada dasarnya air tanah juga berasal dari air hujan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:15 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×