Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:38 WIB
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
Jeepney. (shutterstock)
baca 10 detik
  • Pekerja transportasi Manila mogok massal menuntut penurunan harga BBM akibat krisis energi nasional.

  • Sopir Filipina mengeluhkan bantuan tunai yang macet di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.

  • Presiden Ferdinand Marcos menetapkan status darurat energi nasional demi menjaga stabilitas pasokan bahan bakar.

Sebagian besar peserta aksi adalah pengemudi jeepney, kendaraan ikonik Filipina yang dikenal dengan tarif yang sangat terjangkau.

Tak hanya itu, pengemudi ojek konvensional dan ojek online pun turut menyatakan dukungannya dalam aksi mogok ini.

Keluhan utama para pengemudi adalah janji bantuan sebesar 5.000 peso atau setara Rp 1,4 juta yang tak kunjung cair.

Dana yang dijanjikan Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan itu belum menyentuh tangan para pekerja yang membutuhkan.

"Kemarin saya mengantre lebih dari lima jam untuk mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah, tetapi nama saya tidak ada di sana," kata Guillermo Japole (62).

Guillermo menambahkan kekecewaannya karena keluarganya kini tidak memiliki penghasilan sama sekali untuk makan sehari-hari.

"Tidak menerima bantuan tunai, tidak ada penghasilan, tidak ada makanan untuk keluarganya," tambahnya.

Bahkan ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa keluarganya akan segera diusir dari rumah sewaan mereka dalam waktu dekat.

Beberapa rekannya sesama sopir jeepney bahkan mulai mempertimbangkan untuk pulang ke desa dan mencari profesi lain.

baca juga

Kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka merasa tidak memiliki masa depan lagi di sektor transportasi kota.

"Rasanya seperti kami dicekik. Ini benar-benar sulit. Kami tidak tahu dari mana kami bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami," kata Ronnie Rillosa (58) yang telah menjadi pengemudi jeepney selama 30 tahun.

Ronnie menegaskan bahwa penurunan harga kebutuhan pokok jauh lebih penting daripada sekadar pemberian bantuan tunai sesaat.

"Kami tidak membutuhkan bantuan tunai jika pemerintah mau menurunkan harga bahan bakar, makanan, listrik, dan air," lanjutnya.

Sebelum aksi ini meluas, pemerintah sebenarnya telah menetapkan status darurat energi nasional secara resmi pada Selasa kemarin.

Keputusan ini diambil setelah kementerian terkait berencana meningkatkan produksi listrik berbasis batu bara untuk menahan tarif listrik.

"Keadaan darurat energi nasional dengan ini diumumkan mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, serta bahaya yang ditimbulkannya terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara," demikian bunyi perintah eksekutif yang dirilis Selasa malam.

Pemerintah Filipina kini berada dalam tekanan besar untuk menyeimbangkan stabilitas energi dan kesejahteraan rakyat kecil.

Kebijakan darurat ini diharapkan mampu meredam gejolak harga yang terus menghimpit ekonomi warga di lapisan bawah.

Namun bagi para sopir di jalanan Manila, solusi nyata dan penurunan harga adalah hal yang paling mereka nantikan.

Kini publik menanti langkah konkret selanjutnya dari Presiden Marcos dalam mengatasi krisis energi yang kian meluas ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:49 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:18 WIB

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:39 WIB

Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!

Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:09 WIB

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:52 WIB

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:52 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

×