- Iran menolak negosiasi damai setelah membongkar rencana licik AS yang diam-diam mempersiapkan invasi darat mematikan di bawah kedok diplomasi.
- Media Washington Post melaporkan Pentagon menyiapkan operasi pasukan khusus ke Pulau Kharg yang ditandai dengan tibanya 3.500 prajurit Marinir AS.
- Ketua Parlemen Iran memastikan tentaranya bersiaga penuh dan siap menembakkan peluru mematikan ke setiap prajurit AS yang berani mendarat di negara mereka.
“Adalah tugas Pentagon untuk mempersiapkan diri memberikan pilihan sebanyak mungkin kepada Panglima Tertinggi. Ini tidak berarti Presiden telah mengambil keputusan.”
Perang besar ini sendiri meletus pada tanggal 28 Februari lalu ketika Israel dan AS melancarkan serangan militer tepat ketika proses negosiasi sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.
Serangan yang merenggut nyawa mantan pemimpin Iran Ali Khamenei itu langsung dibalas oleh Teheran dengan menggempur pangkalan militer AS di Israel, Qatar, UEA, hingga Bahrain.