- Negosiasi Indonesia dengan Iran mengenai pelayaran kapal di Selat Hormuz menunjukkan perkembangan positif.
- Menlu RI Sugiono mengonfirmasi dialog intensif sedang berlangsung demi menjamin keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
- Pertamina International Shipping sedang mempersiapkan aspek teknis untuk keselamatan dua kapal di area tersebut.
Suara.com - Harapan bagi kapal-kapal Indonesia untuk kembali melintasi Selat Hormuz mulai terbuka. Pemerintah menyebut negosiasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif, meski prosesnya masih berlangsung dan belum sepenuhnya tuntas.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa dialog intensif terus dilakukan untuk memastikan keamanan pelayaran kapal Indonesia di jalur strategis tersebut.
"Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa," kata Sugiono dalam keterangannya di Tokyo, Jepang, dikutip dari ANTARA, Senin (30/3/2026).
Pemerintah hingga kekinian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas Iran melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela sebelumnya menyampaikan bahwa pihak Iran telah memberikan respons positif atas komunikasi yang dilakukan.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan kapan kapal Indonesia dapat melintasi atau keluar dari Selat Hormuz.
Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping (PIS) tengah menyiapkan aspek teknis dan administratif untuk memastikan dua kapal, Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintas dengan aman.
"Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.