Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:25 WIB
Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • RDPU Komisi III pada 31/3/2026 mengungkap beda hasil penyelidikan polisi dan sipil kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus.
  • Polda Metro Jaya melimpahkan kasus oknum BAIS TNI ke Puspom TNI, tidak menemukan keterlibatan sipil.
  • KontraS menemukan dugaan 16 pelaku dan mengidentifikasi operasi sistematis terorganisir bernama "Operasi Sadang".

Suara.com - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI pada Selasa (31/3/2026) mengungkap perbedaan signifikan antara hasil penyelidikan kepolisian dengan temuan masyarakat sipil terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa hingga kekinian pihaknya tidak menemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam aksi tersebut. 

Berdasarkan fakta hukum yang ditemukan, kasus yang menyeret oknum anggota BAIS TNI tersebut kini telah dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

"Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan," ujar Iman dalam rapat bersama Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa.

Meski tidak merinci secara detail hasil penyelidikan di hadapan anggota dewan, Iman menegaskan bahwa seluruh langkah kepolisian didasarkan pada prosedur yang berlaku. 

"Setiap penegakan hukum yang kami lakukan tentunya selalu berbasis fakta hukum yang diperoleh dari proses penyidikan," ucapnya.

Pernyataan kepolisian tersebut berbanding terbalik dengan temuan yang dipaparkan oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya. Mewakili Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Dimas mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran mandiri melalui CCTV dan perangkat intelijen terbuka (open source intelligence), jumlah pelaku jauh lebih banyak dari yang diidentifikasi polisi.

"Temuan dari kami, Tim Advokasi untuk Demokrasi, operasi ini melibatkan 16 orang atau lebih. Sementara yang kemarin kami rilis ke media, dari keterangan pers yang disampaikan oleh Tim Advokasi Demokrasi, kami menemukan dari semua rangkaian atau konstruksi, rekonstruksi dari hasil penelusuran CCTV, pencarian alat bukti menggunakan sejumlah perangkat open source intelligence atau intelijen terbuka, itu menemukan senggaknya 16 orang sampai saat ini. Belum termasuk aktor intelektualnya, pimpinan dan anggota yang saya hormati," kata Dimas.

Dimas menduga serangan terhadap Andrie Yunus merupakan bagian dari tindakan yang sistematis dan terorganisir. 

baca juga

Ia bahkan menyebut adanya kode sandi khusus dalam aksi tersebut sebagaimana dilaporkan dalam investigasi media.

"Artinya apa? Kami merasa bahwa selain jumlah pelaku yang mungkin bisa lebih banyak, ini adalah satu rangkaian upaya tindakan yang sistematis yang dalam bahasa kami, kami kemudian menggunakan terminologi operasi intelijen. Dan kemudian dalam satu reportase khusus yang disampaikan oleh Tempo, edisi Majalah Tempo minggu ini, diketahui bahwa operasi ini diberi kata sandi sadang, Operasi Sadang. Sudah kami sampaikan di situ," jelasnya

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa operasi ini diawali dengan rangkaian pengintaian yang matang terhadap korban, serta diduga menyasar target-target lainnya.

"Jadi Operasi Sadang ini bermula dengan sejumlah tindakan perencanaan, upaya surveillance, penguntitan, dan juga pemantauan yang dilakukan oleh pelaku gitu ya, atau pihak-pihak yang kemudian kami identifikasi sebagai OTK kepada Saudara Andrie Yunus. Tapi tidak hanya ke Andrie Yunus, informasi yang kami terima juga ada beberapa target operasi yang tadi disampaikan oleh Mbak Indri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:17 WIB

PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:14 WIB

Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak

Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak

DPR | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:14 WIB

Terkini

Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan

Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:39 WIB

Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya

Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:19 WIB

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:11 WIB

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:07 WIB

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:02 WIB

Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah

Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:00 WIB

Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan

Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:50 WIB

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:49 WIB

Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya

Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:45 WIB

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:33 WIB

×