3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 01 April 2026 | 13:54 WIB
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP
ILUSTRASI Tiga prajurit TNI di Lebanon gugur akibat dua serangan terpisah di tengah konflik bersenjata. (Gemini)
  • Peneliti PSKP UGM mendesak Presiden Prabowo bersikap tegas setelah tiga prajurit TNI gugur di Lebanon pada 1 April 2026.
  • Indonesia diminta segera keluar dari Board of Peace untuk menghindari dampak buruk eskalasi perang Israel dan Amerika Serikat.
  • Langkah politis tersebut dinilai penting sebagai bentuk protes atas tindakan Israel serta menjaga kredibilitas politik luar negeri Indonesia.

Suara.com - Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM), Achmad Munjid, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil sikap tegas menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas penjaga perdamaian (peacekeeping) di Lebanon.

Termasuk salah satunya untuk secara tegas keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurut Munjid, pemerintah harus berani keluar dari BoP guna menghindari dampak lebih buruk dari eskalasi perang yang dipicu oleh tindakan semena-mena dari Israel dan AS ini.

"Jadi kalau Prabowo mau mengambil sikap yang tegas, saya kira ini kesempatan yang tepat untuk dilakukan," kata Munjid, Rabu (1/4/2026).

Mengingat bahwa eskalasi perang yang sudah semakin tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Apalagi Indonesia berkontribusi besar dalam pengiriman pasukan perdamaian bahkan melampaui negara dengan penduduk lebih besar seperti Cina dan India.

"Jadi dengan politik luar negeri kita yang bebas aktif, ya ini saatnya Prabowo secara aktif menyampaikan suara keras, mengecam eskalasi perang dan yang pasti aktor utamanya Amerika dan Israel," tegasnya.

"Semakin cepat Prabowo menyampaikan statement politik terbuka, itu saya kira akan semakin baik dan yang pasti dia harus menuntut keadilan bagi TNI kita yang tewas itu," imbuhnya.

Selain desakan untuk mengecam pelaku penyerangan, Munjid turut menyarankan agar Indonesia segera mengambil langkah politis tegas dengan keluar dari BoP.

Masa depan gencatan senjata di wilayah konflik, termasuk Gaza, kata dia, kini terancam gagal total seiring niat Israel untuk menduduki Lebanon. Kondisi ini membuat keberadaan Indonesia di dalam BOP menjadi tidak relevan lagi dengan tujuan perdamaian yang ingin dicapai.

"Jadi masa depan BoP tidak jelas, alasan berdirinya BoP banyak masalah, waktu Indonesia masuk ke BoP juga banyak problem. Saya kira dalam situasi sekarang Prabowo perlu bertindak tegas, sebagai langkah politik untuk menarik diri dari BoP," ujarnya.

Munjid mengakui bahwa konsekuensi politik jika Indonesia akhirnya memutuskan keluar dari BoP tidak dapat dihindari. Terutama dalam hal hubungan dengan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump.

"Ya tentu saja ada ongkos politiknya, ada konsekuensi politiknya," tandasnya.

Namun, ia menilai dengan tetap bertahan di BoP justru akan membawa kerugian yang lebih besar bagi posisi Indonesia di mata internasional.

Belum lagi melihat saat ini tren global menunjukkan banyak negara mulai menjauhi aliansi yang dipimpin Trump. Misalnya saja Malaysia yang telah menarik diri dari perjanjian dagang, hingga Spanyol yang secara terbuka tidak memberikan dukungan.

"Justru kalau kita tidak mengambil langkah untuk menarik diri dari BoP itu nanti kita bisa kena getahnya juga. Kalau perang berkepanjangan, kemudian seluruh dunia memusuhi Trump dan kita menjadi temannya Trump, ya apa yang akan kita dapatkan?" pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel

Profil dan Pangkat 3 Prajurit TNI yang Gugur akibat Serangan Israel

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 12:48 WIB

Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa

Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:41 WIB

Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:08 WIB

Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel

Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:39 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB