Pembelaan Israel dan Respon Indonesia
Dalam sidang yang sama, Wakil Tetap Israel untuk PBB, Danny Danon, memberikan pembelaan. Ia mengeklaim bahwa ledakan yang mengenai pasukan UNIFIL bersumber dari bahan peledak milik kelompok Hizbullah di wilayah Bani Hayan.
Meskipun klaim ini dinilai janggal mengingat lokasi serangan berada jauh di dalam wilayah kedaulatan Lebanon yang memang menjadi sasaran militer Israel.
Dilansir via Reuters, Duta Besar RI Umar Hadi membalas klaim tersebut dengan menyatakan bahwa akar permasalahan sesungguhnya adalah tindakan militer Israel yang secara konsisten melanggar kedaulatan Lebanon.
Indonesia mendesak DK PBB untuk meninjau kembali protokol keamanan bagi pasukan perdamaian guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Meskipun dalam kondisi berisiko tinggi, Indonesia menegaskan akan tetap mengirimkan personelnya dalam misi perdamaian dunia sesuai dengan mandat konstitusi, sembari menuntut jaminan keamanan dari semua pihak yang bertikai di Timur Tengah.
Kontributor : Rizqi Amalia