Bakar 500 Hektare Lahan Gambut Riau demi Kebun, Pria di Pelalawan Diciduk Polisi

Bangun Santoso

Minggu, 05 April 2026 | 12:15 WIB
Bakar 500 Hektare Lahan Gambut Riau demi Kebun, Pria di Pelalawan Diciduk Polisi
Polisi tangkap pelaku Karhutla di Riau. (Ist)
baca 10 detik
  • Polres Pelalawan menangkap tersangka berinisial ES karena membakar lahan untuk perkebunan sawit di Kabupaten Pelalawan pada Februari 2026.
  • Aksi pembakaran lahan gambut tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan seluas 500 hektare serta menimbulkan kabut asap bagi masyarakat sekitar.
  • Tersangka dijerat UU Perkebunan dan UU Perlindungan Lingkungan Hidup karena sengaja melakukan pembakaran lahan secara bertahap sejak Januari 2026.

Suara.com - Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan lingkungan di wilayah hukum Riau. Seorang pria berinisial ES resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) secara sengaja di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Penangkapan pelaku karhutla ini menjadi peringatan keras bagi oknum-oknum yang masih menggunakan cara ilegal dalam membuka lahan perkebunan.

Kasus ini terungkap berkat integrasi teknologi pemantauan titik panas (hotspot) yang dimiliki Polda Riau.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengungkapkan bahwa deteksi awal berasal dari Dashboard Lancang Kuning yang menunjukkan adanya aktivitas panas yang mencurigakan di Dusun III, Desa Gambut Mutiara, pada Februari 2026.

“Begitu mendapatkan informasi adanya hotspot, tim Satreskrim Polres Pelalawan langsung turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Dari hasil lidik di lapangan serta keterangan para saksi, kami berhasil mengamankan satu orang tersangka,” ujar John kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).

Modus Operandi Pembakaran Bertahap

Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, tersangka ES diketahui memiliki motif ekonomi dalam menjalankan aksinya.

Ia sengaja membakar lahan gambut tersebut untuk mempermudah pembukaan lahan perkebunan sawit. Alih-alih menggunakan alat berat yang memakan biaya besar, tersangka memilih metode bakar yang berdampak fatal bagi ekosistem sekitar.

Modus yang dilakukan ES tergolong terencana. Ia mengumpulkan sisa-sisa pembersihan lahan seperti ranting pohon, rumput kering, hingga pelepah sawit.

baca juga

Material mudah terbakar tersebut kemudian disulut api secara bertahap dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni sejak Januari hingga Maret 2026.

Awalnya, ES sempat mengelak dari tuduhan petugas saat proses interogasi awal. Namun, bukti-bukti di lapangan dan keterangan saksi mata tidak dapat dibantah.

“Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya, namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam serta didukung keterangan saksi dan barang bukti di lapangan, yang bersangkutan akhirnya mengakui telah melakukan pembakaran lahan secara berulang,” jelasnya.

Dampak Kerusakan 500 Hektare Lahan Gambut

Skala kebakaran yang diakibatkan oleh perbuatan ES sangat masif. Tim penyidik menemukan bahwa api tidak hanya melahap area yang direncanakan tersangka, tetapi merembet luas akibat karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan dan mudah menyebarkan api di bawah permukaan tanah.

Total luas lahan yang hangus diperkirakan mencapai 500 hektare. Luasan ini setara dengan ribuan lapangan sepak bola, yang kini kondisinya rusak total dan kehilangan fungsi ekologisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:16 WIB

Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Turun ke Bengkalis Pastikan Pemadaman Karhutla Maksimal

Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Turun ke Bengkalis Pastikan Pemadaman Karhutla Maksimal

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB

Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Riau, Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi

Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Riau, Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:01 WIB

Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau

Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Masyarakat Makin Gemar Beli Emas Digital, Transaksi Melonjak 641,1 Persen

Masyarakat Makin Gemar Beli Emas Digital, Transaksi Melonjak 641,1 Persen

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:18 WIB

The Papandayan Jazz Fest 2026 Sukses Satukan Musik, Budaya, dan Generasi Melalui "Sound To The Soul"

The Papandayan Jazz Fest 2026 Sukses Satukan Musik, Budaya, dan Generasi Melalui "Sound To The Soul"

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Kritik Tajam di Buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta

Kritik Tajam di Buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:11 WIB

He's Just Not That Into You: Ketika Kita Terlalu Sibuk Mencari Alasan

He's Just Not That Into You: Ketika Kita Terlalu Sibuk Mencari Alasan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Set Makeup Viva Murah Under Rp50 Ribu, Hasil Natural untuk Pemula

Set Makeup Viva Murah Under Rp50 Ribu, Hasil Natural untuk Pemula

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi

GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

×