Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 11:38 WIB
Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam
Donald Trump (White House)
  • Donald Trump mengancam menghancurkan jembatan dan listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka.

  • Pejabat Iran Saeed Jalili menilai ocehan Trump justru mengungkap wajah asli dari Amerika.

  • Ultimatum perang Amerika Serikat terhadap Iran dijadwalkan berakhir pada Selasa malam waktu setempat.

Suara.com - Perang antara Teheran dan Washington mencapai titik didih baru setelah munculnya berbagai pernyataan provokatif.

Saeed Jalili yang merupakan Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran memberikan respons menohok terhadap sikap Donald Trump.

Pihak Iran secara terbuka menganggap bahwa pemimpin Amerika Serikat tersebut terlalu banyak bicara di ruang publik.

Jalili beranggapan bahwa mendiamkan setiap ucapan Trump bukanlah sebuah langkah diplomasi yang memberikan keuntungan bagi Iran.

Ia justru menyarankan agar publik membiarkan pemimpin berusia 79 tahun tersebut terus melontarkan pernyataan kontroversialnya.

Langkah ini diambil karena setiap ucapan sang presiden dianggap mampu membongkar jati diri Amerika yang sebenarnya.

Melalui media sosial X, Jalili secara tegas menyatakan pandangannya terkait retorika yang berkembang di Gedung Putih.

"'Diam saja' bukan respons yang tepat terhadap ocehan Trump; biarkan dia berbicara lebih banyak," tulis Jalili dalam unggahan di X dikutip dari CNN Internasional.

Hal ini menjadi strategi serangan balik secara verbal yang dilakukan oleh pejabat tinggi di pemerintahan Iran.

Menurutnya, tidak ada cara yang lebih baik untuk melihat sisi lain Washington selain mendengarkan ucapan Trump.

"Tidak ada yang lebih efektif dalam memperlihatkan wajah asli Amerika Serikat selain luapan pernyataan Trump," tambahnya.

Ejekan tajam tersebut muncul sebagai reaksi atas pernyataan Donald Trump saat melakukan konferensi pers baru-baru ini.

Di hadapan media, Trump mengeluarkan ancaman yang sangat ekstrem yakni ingin menyapu bersih Iran hanya semalam.

Gedung Putih memberikan tekanan luar biasa agar Iran bersedia melakukan negosiasi gencatan senjata sesegera mungkin.

Amerika juga menuntut agar jalur perdagangan vital di Selat Hormuz kembali dibuka tanpa syarat apa pun.

Bahkan, Trump tidak segan-segan menggunakan istilah neraka untuk menggambarkan kondisi Iran jika tuntutannya diabaikan.

Secara spesifik, militer Amerika diklaim mampu meruntuhkan seluruh fasilitas energi Iran dalam waktu yang sangat singkat.

Hanya dalam kurun waktu empat jam, seluruh infrastruktur utama Iran terancam rata dengan tanah jika menyerah.

Namun, pihak militer Iran merespons gertakan tersebut dengan kepala dingin dan tidak merasa terintimidasi sedikit pun.

Mereka menyatakan bahwa kesiapan pasukan tempur tidak akan goyah hanya karena ancaman perang dari luar negeri.

Para pejuang Iran tetap fokus pada operasi militer mereka tanpa mempedulikan suara sumbang dari pihak Gedung Putih.

"Retorika kasar, arogan, dan ancaman tak berdasar dari presiden AS yang delusional," ujar juru bicara markas komando pusat Iran Khatam Al Anbiya.

Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap akan melanjutkan agenda pertahanan mereka tanpa rasa takut.

Batas waktu atau deadline yang ditetapkan oleh Trump diketahui akan berakhir pada hari Selasa tanggal 7 April.

Secara teknis, ultimatum tersebut jatuh tepat pada pukul delapan malam waktu setempat menurut laporan yang beredar.

Trump sebelumnya telah merinci target-target yang akan menjadi sasaran utama jika perang benar-benar pecah nantinya.

Sektor transportasi dan kelistrikan menjadi target utama yang masuk dalam daftar penghancuran militer Amerika Serikat tersebut.

Ia mengklaim memiliki rencana strategis untuk melumpuhkan seluruh fungsi vital di negara para mullah itu secara permanen.

Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar militer AS untuk menghentikan total aktivitas kehidupan di wilayah Iran.

Trump menegaskan bahwa kehancuran tersebut bisa terjadi dalam sekejap jika perintah penyerangan akhirnya dikeluarkan secara resmi.

Kekuatan militer yang besar diklaim menjadi modal utama Washington dalam menekan kebijakan luar negeri pihak Teheran.

"Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi," imbuh dia.

Meskipun memberikan ancaman maut, Trump tetap memberikan celah bahwa skenario perang tersebut sebenarnya ingin ia hindari.

Kini dunia sedang menantikan apakah ancaman tersebut hanya gertakan belaka atau awal dari sebuah konflik besar.

Situasi di Timur Tengah pun kian memanas seiring dengan semakin dekatnya waktu berakhirnya ultimatum dari Amerika.

Negosiasi di Selat Hormuz menjadi kunci utama apakah eskalasi ini akan mereda atau justru meledak menjadi perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Wanita Israel Terhempas Ledakan Rudal, Ajaib Masih Bisa Bangkit dan Berjalan

Viral! Wanita Israel Terhempas Ledakan Rudal, Ajaib Masih Bisa Bangkit dan Berjalan

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:34 WIB

Eks Tangan Kanan Trump: Militer AS Berusaha Bunuh Pilot yang Terjebak di Iran!

Eks Tangan Kanan Trump: Militer AS Berusaha Bunuh Pilot yang Terjebak di Iran!

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:16 WIB

Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran

Waktu Habis! Siap-siap Donald Trump Bombardir Ratakan Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:13 WIB

Terkini

3,4 Juta Situs Judol Diblokir Tapi Masih Menjamur, Pakar Hukum: Negara Belum Serius!

3,4 Juta Situs Judol Diblokir Tapi Masih Menjamur, Pakar Hukum: Negara Belum Serius!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:35 WIB

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB

Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI

Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:25 WIB

Nanik S Deyang Jawab Surat Viral Waldan Minta MBG: Bismillah Kami Segera ke Sumbawa

Nanik S Deyang Jawab Surat Viral Waldan Minta MBG: Bismillah Kami Segera ke Sumbawa

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:15 WIB

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:14 WIB

Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!

Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:47 WIB

Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat

Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:41 WIB

Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api

Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:28 WIB

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:18 WIB

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:09 WIB