AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 April 2026 | 12:24 WIB
AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir
Fasilitas nuklir Iran (CNN)
baca 10 detik
  • Israel menargetkan ilmuwan dan akademisi untuk melumpuhkan total ekosistem pengetahuan nuklir Iran.

  • Iran memiliki 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen di lokasi bawah tanah.

  • Pakar memperingatkan Iran tetap mampu membangun bom nuklir dalam dua tahun pasca perang berakhir.

Sejak Juni 2025, taktik Israel semakin agresif dengan menargetkan petinggi pasukan kedirgantaraan yang bertanggung jawab atas kemampuan rudal.

Lebih dari selusin profesor ternama, termasuk fisikawan Mohammad Mehdi Tehranchi, telah menjadi sasaran dalam kampanye degradasi pengetahuan ini.

Sektor industri non-militer seperti pabrik besi dan baja kini juga tidak luput dari gempuran karena dianggap membantu rekonstruksi.

“Israel menyerang setiap tahap proses produksi – termasuk pabrik besi dan baja yang bukan merupakan bagian langsung dari industri militer namun pada akhirnya dapat berkontribusi pada pembangunan kembali proses produksi,” kata sumber tersebut.

Hal ini dilakukan untuk merusak rantai pasok kompleks yang dibutuhkan guna memelihara stabilitas program nuklir jangka panjang.

Di tengah gempuran, Barat tetap waspada terhadap penggunaan perusahaan bayangan oleh Iran untuk mendapatkan teknologi penggunaan ganda.

Meskipun intelijen AS belum melihat bukti instruksi pembuatan bom, posisi Iran sebagai negara ambang nuklir memberi mereka daya tawar.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyoroti aktivitas pengayaan uranium Iran yang telah mencapai level sangat tinggi secara tidak wajar.

“Iran adalah satu-satunya negara di dunia tanpa senjata nuklir yang memproduksi uranium yang diperkaya hingga 60 persen dan terus menggunakan perusahaan depan dan agen pengadaan untuk mengaburkan upayanya memperoleh barang-barang penggunaan ganda dari pemasok asing,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

baca juga

Keputusan Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 memicu Iran mempercepat pengayaan hingga memiliki stok lebih dari 400 kilogram.

Lokasi penyimpanan ratusan kilogram uranium yang diperkaya kini menjadi teka-teki besar bagi badan pengawas nuklir internasional atau IAEA.

Rafael Grossi menyatakan bahwa material berbahaya tersebut kemungkinan besar berada di wilayah Isfahan dan berpotensi untuk dipindahkan sewaktu-waktu.

Donald Trump mengklaim serangan udara telah menghancurkan situs nuklir Iran hingga tidak mungkin bisa dipulihkan dalam waktu dekat.

“Situs nuklir yang kami hancurkan… telah dihantam begitu keras sehingga butuh waktu berbulan-bulan untuk mendekati debu nuklirnya,” kata Trump.

Presiden AS tersebut juga menambahkan bahwa dirinya tidak terlalu khawatir karena material tersebut terkubur sangat dalam di bawah tanah.

Sebelum konflik pecah di bulan Februari, Teheran sempat menawarkan konsesi besar berupa pengenceran stok uranium mereka ke Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa tawaran tersebut adalah bukti bahwa negaranya tidak berniat menciptakan senjata atom.

“Itu adalah tawaran besar, konsesi besar untuk membuktikan bahwa Iran tidak pernah menginginkan senjata nuklir dan tidak akan pernah menginginkannya,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada CBS.

Namun, pakar nuklir Nicole Grajewski menilai Iran masih memiliki kemampuan teknis untuk membuat bom jenis 'gun-type' yang sederhana.

Semua infrastruktur dan stok yang ada saat ini dianggap sudah lebih dari cukup jika ada kemauan politik untuk mempersenjatai diri.

Banyak ahli memperingatkan bahwa perang yang terjadi saat ini mungkin hanya menunda ambisi nuklir Iran namun tidak mematikannya.

Jika perang berakhir tanpa solusi permanen, Iran secara teoritis mampu memulai upaya persenjataan kilat dalam kurun waktu singkat.

“Iran masih bisa membuat senjata nuklir, ini hanya masalah kemauan politik,” kata Grajewski.

“Jika perang berhenti, Iran secara teoritis dapat memulai upaya cepat untuk persenjataan dalam satu hingga dua tahun.”

Oleh karena itu, Israel terus menekan seluruh sektor pendukung nuklir Iran agar benar-benar hancur dari akarnya tanpa sisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran

PBB Peringatkan Donald Trump yang Ancam Bom Fasilitas Sipil Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:48 WIB

Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam

Iran Ejek Ultimatum Gila Trump yang Ingin Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Dalam 4 Jam

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:38 WIB

Membongkar Ambisi Nuklir di Balik Retorika Soekarno

Membongkar Ambisi Nuklir di Balik Retorika Soekarno

Your Say | Selasa, 07 April 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Tanggapi Temuan MK soal Ijazah Gibran, Deddy Sitorus: Sejak Awal Tak Penuhi Syarat

Tanggapi Temuan MK soal Ijazah Gibran, Deddy Sitorus: Sejak Awal Tak Penuhi Syarat

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:20 WIB

WhatsApp Siapkan Fitur Baru Sembunyikan Chat dari Perangkat Terhubung

WhatsApp Siapkan Fitur Baru Sembunyikan Chat dari Perangkat Terhubung

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Warga Kembali Temukan 2 Mortir Saat Mencari Tiram di Krueng Aceh

Warga Kembali Temukan 2 Mortir Saat Mencari Tiram di Krueng Aceh

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:16 WIB

Kasus Perundungan di Pemalang, KemenPPPA Ingatkan Anak Terduga Pelaku Tetap Harus Dilindungi

Kasus Perundungan di Pemalang, KemenPPPA Ingatkan Anak Terduga Pelaku Tetap Harus Dilindungi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Tak Perlu Mahal, 6 HP Rp2 Jutaan Ini Sudah Dibekali Fitur NFC

Tak Perlu Mahal, 6 HP Rp2 Jutaan Ini Sudah Dibekali Fitur NFC

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Perbedaan Maskara Dazzle Me Lock & Pop Kemasan Hijau, Pink, dan Hitam

Perbedaan Maskara Dazzle Me Lock & Pop Kemasan Hijau, Pink, dan Hitam

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Motul Perkuat Kemitraan Teknis dengan McLaren Racing

Motul Perkuat Kemitraan Teknis dengan McLaren Racing

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Nikahi Kakak Beradik, Jang Dong Yoon dan Lee You Jin Jadi Saudara Ipar

Nikahi Kakak Beradik, Jang Dong Yoon dan Lee You Jin Jadi Saudara Ipar

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Buat Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Susut Jadi USD146,3 Miliar

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut

Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×