PM Anwar Ibrahim Jamin Malaysia Aman dari Krisis Pasokan Minyak

Irwan Febri | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 14:20 WIB
PM Anwar Ibrahim Jamin Malaysia Aman dari Krisis Pasokan Minyak
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (Instagram)
  • Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan pasokan minyak dan gas Malaysia tetap aman dalam beberapa bulan ke depan.
  • Pemerintah Malaysia menyesuaikan subsidi bahan bakar BUDI95 menjadi 200 liter per bulan mulai tanggal 1 April mendatang.
  • Kondisi fiskal negara terancam tertekan akibat beban subsidi bahan bakar yang mencapai 6 miliar ringgit setiap bulannya.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan bahwa negaranya tidak akan mengalami krisis pasokan minyak dalam beberapa bulan ke depan, meski situasi global tengah diliputi ketidakpastian. Namun demikian, harga bahan bakar berpotensi mengalami kenaikan secara bertahap.

Menurut Anwar, kondisi ini didukung oleh kinerja kuat perusahaan energi nasional, Petronas, serta hubungan baik yang terjalin dengan negara-negara produsen minyak.

“Kami juga merupakan pengimpor bersih karena produk kami memiliki kualitas premium dan harga sedikit lebih tinggi, sehingga tetap membutuhkan impor,” ujar Anwar, dilansir dari New Straits Times.

Ia menambahkan bahwa kinerja Petronas layak diapresiasi karena mampu menjaga hubungan strategis dengan negara penghasil minyak.

“Oleh karena itu, kami tidak menghadapi krisis pasokan. Mungkin akan ada sedikit fluktuasi harga, tetapi dalam beberapa bulan ke depan, pasokan relatif aman,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam forum Kuala Lumpur–Ankara Dialogue 2026.

Selain itu, Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan menegaskan bahwa pasokan gas alam cair (LNG) di Malaysia juga tetap aman. Hal ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang besar, impor jangka panjang dari Australia, serta tambahan pasokan dari Kanada.

Pemerintah Malaysia juga melakukan penyesuaian kebijakan subsidi bahan bakar. Mulai 1 April, batas penggunaan program subsidi BUDI95 diturunkan dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan subsidi tetap tepat sasaran di tengah gejolak pasar minyak global.

Langkah tersebut dinilai tidak akan berdampak besar bagi masyarakat, mengingat sebagian besar warga menggunakan bahan bakar di bawah 200 liter per bulan.

Sebelumnya, Anwar menegaskan bahwa pasokan bensin dan solar di Malaysia masih stabil meski tekanan geopolitik global dan gangguan rantai pasok terus terjadi.

Namun, ia mengingatkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah bisa dirasakan lebih luas jika berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Saat ini, pemerintah Malaysia masih menahan dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang jika konflik terus berlanjut.

Pemerintah diketahui menggelontorkan hampir 6 miliar ringgit per bulan untuk subsidi bensin, solar, serta bantuan terkait lainnya guna menjaga daya beli masyarakat.

Jika kondisi ini berlanjut, total anggaran subsidi berpotensi mencapai 60 miliar ringgit dalam 10 bulan, yang dapat memberikan tekanan besar terhadap kondisi fiskal negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam

Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:58 WIB

Tidak Kapok Rekrut Pemain Ilegal, Malaysia Ancang-ancang Naturalisasi Wonderkid Arsenal

Tidak Kapok Rekrut Pemain Ilegal, Malaysia Ancang-ancang Naturalisasi Wonderkid Arsenal

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 12:01 WIB

2 Kekuarangan Timnas Futsal Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

2 Kekuarangan Timnas Futsal Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 11:32 WIB

Modal Bantai Brunei, Timnas Indonesia Siap Beri Mimpi Buruk untuk Malaysia di Piala AFF Futsal 2026

Modal Bantai Brunei, Timnas Indonesia Siap Beri Mimpi Buruk untuk Malaysia di Piala AFF Futsal 2026

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 10:49 WIB

Timnas Indonesia Menang Mudah atas Malaysia di Piala AFF Futsal 2026? Ini Prediksinya

Timnas Indonesia Menang Mudah atas Malaysia di Piala AFF Futsal 2026? Ini Prediksinya

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 09:51 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Aktivis Pro Palestina Desak Malaysia Batasi Ekspor Rare Earth ke AS, Berpotensi Jadi Mesin Perang

Aktivis Pro Palestina Desak Malaysia Batasi Ekspor Rare Earth ke AS, Berpotensi Jadi Mesin Perang

News | Senin, 06 April 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB