Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 06:21 WIB
Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran
Mojtaba Khamenei (Jerusalem Post)
baca 10 detik

Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam kondisi medis kritis menurut bocoran memo intelijen Amerika Serikat.

Ketidakhadiran pemimpin di publik memicu spekulasi pengalihan kendali kekuasaan Iran kepada pihak IRGC.

Ditemukan adanya persiapan pembangunan makam besar di Qom yang memicu tanda tanya suksesi.

Meski demikian, sejumlah elit politik di Teheran tetap memberikan pernyataan bahwa kendali negara masih terjaga.

Ketidakhadiran sosok Mojtaba di hadapan rakyat sejak awal konflik justru semakin memperkuat desas-desus yang beredar luas.

Spekulasi Kendali Korps Garda Revolusi Islam

Asumsi mengenai kelumpuhan kepemimpinan ini memicu dugaan adanya peralihan kekuasaan secara de facto di lapangan.

Banyak pihak meragukan kemampuan sang pemimpin untuk memandu jalannya pemerintahan dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Situasi genting ini mengarahkan sorotan pada peran Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dalam mengambil kebijakan.

Sejak eskalasi militer meningkat, saluran televisi resmi negara hanya menayangkan narasi tertulis tanpa bukti visual nyata.

Tidak adanya bukti rekaman audio maupun video terbaru dari Mojtaba membuat klaim pihak oposisi semakin dipercaya.

Misteri Pembangunan Makam di Kota Qom

baca juga

Narasi dalam memo diplomatik tersebut juga menyinggung adanya aktivitas konstruksi yang tidak biasa di wilayah Qom.

Terdapat indikasi persiapan pembangunan sebuah kompleks pemakaman atau mausoleum megah untuk keluarga Ali Khamenei di sana.

Rencana pembangunan di kota suci tersebut dianggap cukup mengejutkan dan berbeda dari tradisi politik sebelumnya.

Sebab, selama ini prosedur pemakaman bagi pemimpin besar Iran biasanya dipusatkan di ibu kota negara, Teheran.

Rangkaian informasi ini menggambarkan betapa rapuhnya situasi internal Iran di tengah tekanan konflik bersenjata yang hebat.

Dampak Besar Bagi Geopolitik Timur Tengah

Dunia kini menanti pernyataan resmi dari pihak Teheran untuk menepis segala spekulasi liar yang berkembang.

Ketidakmampuan pemimpin dalam mengambil keputusan cepat bisa berdampak fatal pada strategi pertahanan nasional Iran menghadapi musuh.

Jika benar IRGC telah mengambil alih peran eksekutif, maka arah kebijakan luar negeri Iran mungkin akan berubah.

Intelijen Barat terus memantau setiap pergerakan di Qom untuk memastikan validitas dari kondisi kesehatan Mojtaba yang sebenarnya.

Segala kemungkinan masih bisa terjadi di tengah tertutupnya akses informasi resmi dari lingkaran dalam pemerintahan Iran saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Saat Rudal Amerika-Israel Hancurkan Permukiman di Provinsi Alborz

Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Saat Rudal Amerika-Israel Hancurkan Permukiman di Provinsi Alborz

News | Rabu, 08 April 2026 | 06:12 WIB

Trump Ancam 'Hancurkan Peradaban', Iran Respon dengan Siap Siaga Perang Penuh

Trump Ancam 'Hancurkan Peradaban', Iran Respon dengan Siap Siaga Perang Penuh

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 05:57 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×