Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 07:59 WIB
Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total
Donald Trump (Fox 7)

Trump menunda pengeboman ke Iran selama dua minggu atas saran dari pemimpin negara Pakistan.

Iran diwajibkan membuka penuh akses Selat Hormuz sebagai syarat utama penangguhan serangan militer.

Terdapat proposal damai 10 poin dari Iran yang kini sedang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan memilih jalur diplomasi sementara dengan menghentikan rencana operasi militer.

Keputusan krusial ini diambil setelah adanya komunikasi intensif antara pihak Washington dengan kepemimpinan militer dan sipil Pakistan.

Langkah penundaan serangan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat belas hari ke depan demi memfasilitasi dialog perdamaian.

Namun Amerika Serikat memberikan tuntutan yang sangat spesifik agar stabilitas di kawasan perairan tersebut bisa terjamin kembali.

Syarat utama yang diajukan oleh Trump adalah akses tanpa hambatan di jalur perdagangan energi dunia yang vital.

Syarat Mutlak Selat Hormuz

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.

Melalui pernyataan resminya Trump menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz harus dilakukan secara total dan tanpa penundaan.

Kawasan perairan tersebut menjadi titik tawar yang sangat menentukan bagi kelanjutan keamanan di wilayah Teluk saat ini.

Pemerintah Amerika Serikat menilai bahwa pengoperasian kembali selat tersebut merupakan bukti komitmen awal dari pihak Teheran sendiri.

Trump mengindikasikan bahwa tanpa kepatuhan terhadap syarat ini maka opsi militer akan kembali menjadi meja utama.

Proposal Damai Sepuluh Poin

Di balik ketegangan yang memuncak ternyata terdapat draf perjanjian baru yang masuk ke meja kerja Gedung Putih.

Pihak Iran dikabarkan telah mengajukan sebuah dokumen yang berisi sepuluh butir kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan panjang mereka.

"Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi," pernyataan Trump yang diunggah di akun X Gedung Putih.

Keyakinan Trump terhadap dokumen tersebut menunjukkan adanya kemajuan signifikan yang belum pernah dicapai pada masa jabatan sebelumnya.

Mantan pengusaha tersebut merasa bahwa dasar-dasar negosiasi yang diajukan sudah cukup kuat untuk ditindaklanjuti secara serius.

Target Akhir Konflik Regional

Bagi Trump pencapaian militer Amerika Serikat di lapangan sebenarnya sudah dianggap lebih dari cukup bagi kepentingan nasional.

Kini fokus utama beralih pada penciptaan stabilitas yang lebih permanen melalui traktat perdamaian yang bersifat definitif nantinya.

Hampir seluruh poin yang selama ini menjadi batu sandungan bagi kedua negara diklaim telah menemukan titik temu.

Optimisme terpancar dari pernyataan Gedung Putih yang menargetkan penyelesaian menyeluruh dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

Trump merasa memikul tanggung jawab besar sebagai representasi kepentingan keamanan bagi negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Peran Mediasi Pihak Ketiga

"Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian," jelas Trump.

Keterlibatan Pakistan sebagai mediator menunjukkan bahwa diplomasi regional memegang peranan kunci dalam meredam eskalasi serangan udara Amerika.

Intervensi dari Perdana Menteri Shehbaz Sharif terbukti mampu mengubah arah kebijakan militer Washington di saat-saat terakhir yang kritis.

Publik dunia kini menantikan apakah periode jeda dua minggu ini akan benar-benar menghasilkan perdamaian atau justru pemicu konflik.

Status Selat Hormuz akan menjadi indikator pertama apakah kesepakatan gencatan senjata dua arah ini berjalan sesuai rencana.

Ancaman Kekuatan Destruktif

Ketegasan Trump tetap terlihat dengan penyebutan "kekuatan destruktif" yang sebenarnya sudah siap dikirimkan menuju sasaran di wilayah Iran.

Penundaan ini bukan berarti pembatalan total melainkan sebuah kesempatan terakhir bagi diplomasi sebelum kekuatan militer penuh dikerahkan kembali.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" tuturnya.

Keamanan energi global sangat bergantung pada keputusan yang akan diambil oleh para pemimpin di Teheran dalam hari-hari mendatang.

Dunia berharap agar proposal sepuluh poin tersebut menjadi jembatan bagi berakhirnya permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Amerika Serikat menutup pernyataan dengan pesan bahwa kehormatan besar bagi mereka untuk bisa mengakhiri krisis panjang ini segera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:51 WIB

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:48 WIB

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Terkini

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:51 WIB

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:43 WIB

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:50 WIB

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:28 WIB

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:12 WIB

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB