Israel Syok Trump Terima 10 Tuntutan Iran demi Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 10:24 WIB
Israel Syok Trump Terima 10 Tuntutan Iran demi Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (X)
baca 10 detik
  • Donald Trump sepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran yang mengejutkan pihak pemerintah Israel.

  • Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz setelah AS menerima sepuluh tuntutan syarat perdamaian mereka.

  • Israel berencana melakukan upaya diplomatik rahasia untuk membatalkan kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran.

Suara.com - Keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan kontak senjata dengan Iran memicu reaksi keras.

Pemerintah Israel dikabarkan merasa sangat terpukul dan tidak menyangka atas langkah diplomatik yang diambil sekutu utamanya.

Kesepakatan gencatan senjata selama empat belas hari ini mulai berlaku efektif pada hari Rabu, 8 April 2026.

Padahal, eskalasi militer antara kedua negara tersebut baru saja berlangsung sejak akhir Februari tahun ini.

Hingga saat ini, otoritas resmi di Tel Aviv masih memilih untuk bungkam dan belum mengeluarkan pernyataan formal.

Meski demikian, seorang sumber internal di pemerintahan Israel mengungkapkan keresahan yang mendalam terkait manuver Washington tersebut.

Pejabat yang enggan disebutkan identitasnya itu menyebutkan bahwa kebijakan terbaru Trump ini benar-benar di luar dugaan mereka.

Kekecewaan ini muncul karena Israel memandang situasi tersebut sebagai sebuah kejutan yang merubah peta konflik.

Pasalnya, sesaat sebelum pengumuman damai itu muncul, Trump terpantau masih melontarkan berbagai ancaman keras bagi Iran.

baca juga

Ketegangan bahkan sempat memuncak saat militer Amerika Serikat membombardir wilayah Pulau Kharg yang strategis bagi Teheran.

Israel sendiri diketahui tetap melakukan serangan udara secara intensif ke berbagai titik pertahanan di wilayah Iran.

Namun, laporan dari media internasional menyebutkan bahwa pihak Gedung Putih memberikan notifikasi yang sangat mepet kepada Israel.

Hal ini memicu spekulasi bahwa koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel sedang berada di titik terendah.

Israel kini diprediksi akan mengerahkan seluruh kekuatan diplomasinya untuk menekan Amerika Serikat agar kembali mengangkat senjata.

Berbagai langkah strategis di balik layar diperkirakan sedang disiapkan oleh Tel Aviv guna menggagalkan komitmen damai ini.

Para analis meyakini Israel sedang menimbang risiko jika mereka secara sepihak menolak hasil kesepakatan antara AS dan Iran.

Gencatan senjata ini sendiri bisa terwujud setelah Trump setuju menunda operasi militer lanjutan terhadap Negeri Para Mullah tersebut.

Sebagai imbalan atas penundaan serangan, pihak Teheran akhirnya bersedia memberikan konsesi yang sangat krusial bagi dunia.

Iran berkomitmen untuk segera membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat pecahnya perang.

Pembukaan jalur perdagangan energi ini menjadi poin kunci bagi Amerika Serikat untuk meredam krisis ekonomi global yang membayangi.

Proses negosiasi ini membuahkan hasil setelah Donald Trump menerima sepuluh poin tuntutan yang diajukan oleh pihak Teheran.

Pihak Iran langsung mendeklarasikan pencapaian ini sebagai sebuah kemenangan diplomatik besar atas tekanan militer Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump tidak mau kalah dengan mengeklaim bahwa gencatan senjata ini adalah bagian dari rencananya.

Ia berdalih bahwa misi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut sebenarnya sudah mencapai target yang diinginkan sejak awal.

Trump menekankan bahwa perundingan ini adalah jalan keluar paling realistis untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.

Melalui platform media sosial pribadinya, Trump memberikan penjelasan rinci mengenai dasar pengambilan keputusan yang kontroversial bagi Israel tersebut.

"Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah," tulis Trump di media sosialnya dikutip dari Al Jazeera.

Trump merasa bahwa kehadiran militer Amerika Serikat sudah tidak lagi mendesak karena tujuan-tujuan strategis telah terpenuhi sepenuhnya.

"Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegotiasi," ujarnya menambahkan.

Israel kini harus berhadapan dengan kenyataan bahwa arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat telah bergeser secara drastis.

Pertaruhan diplomatik di Timur Tengah kini memasuki babak baru yang penuh dengan ketidakpastian bagi aliansi Israel dan Amerika.

Dunia internasional kini menunggu apakah gencatan senjata dua pekan ini akan bertahan atau justru memicu konflik yang lebih luas.

Kekhawatiran akan adanya sabotase terhadap kesepakatan ini tetap tinggi mengingat penolakan keras yang ditunjukkan oleh beberapa faksi di Israel.

Masa depan Selat Hormuz dan stabilitas harga minyak dunia kini bergantung sepenuhnya pada implementasi sepuluh poin kesepakatan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Tetapkan 2 Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas

Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Tetapkan 2 Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:08 WIB

Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

News | Rabu, 08 April 2026 | 09:56 WIB

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

Sport | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Sumbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:03 WIB

×