Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 08 April 2026 | 17:21 WIB
Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?
Ilustrasi kekerasan seksual di transportasi online. (Suara.com)
baca 10 detik
  • Seorang pengemudi transportasi online diduga melakukan kekerasan seksual terhadap penumpang berinisial SKD di Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).
  • Polda Metro Jaya menangkap pelaku yang positif narkoba dan mengendarai mobil dengan kaca film gelap yang menyulitkan pengawasan.
  • Komnas Perempuan mencatat delapan kasus kekerasan seksual pada 2025 dan mendesak perbaikan sistem rekrutmen serta regulasi nasional transportasi.

Suara.com - Transportasi online selama ini menjadi pilihan banyak orang karena praktis, cepat, dan mudah diakses. Namun sebuah kasus yang terjadi di Jakarta Pusat baru-baru ini kembali mengingatkan bahwa rasa aman dalam perjalanan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang otomatis ada. Di balik kemudahan layanan digital, masih terdapat celah yang bisa membahayakan pengguna.

Perjalanan yang seharusnya aman berubah menjadi mimpi buruk bagi SKD (20) saat naik ojek online (ojol) di Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3). Ia diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh pengemudi ojol di dalam mobil yang ia tumpangi.

Kasus ini terbongkar setelah aparat dari Polda Metro Jaya menangkap pelaku. Polisi mengungkap, pengemudi tersebut positif narkoba. Kondisi kendaraan juga disorot karena menggunakan kaca film gelap, yang membuat aktivitas di dalam mobil tak terlihat dari luar.

Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran soal seberapa aman sebenarnya transportasi online yang setiap hari digunakan jutaan orang.

Bukan Kasus Tunggal, Ada Pola yang Mulai Terlihat

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) turut mengawal kasus tersebut. Lembaga itu mencatat bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi.

Catatan Komnas Perempuan menunjukkan terdapat 8 kasus kekerasan di transportasi online sepanjang 2025, dengan mayoritas berupa kekerasan seksual. Komnas Perempuan secara tegas menyoroti persoalan di hulu, yakni proses rekrutmen pengemudi.

“Penguatan kebijakan bagaimana mendorong secara standar nasional untuk perlindungan terhadap pengguna perempuan baik itu untuk roda dua maupun roda empat, kemudian kelompok rentan pada platform transportasi yang ada," ujar Komisioner Komnas Perempuan Sundari Waris saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (6/4).

Bagi Komnas Perempuan, angka tersebut belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Banyak kasus diyakini tidak pernah sampai ke laporan resmi karena berbagai alasan, mulai dari trauma korban hingga ketakutan menghadapi proses hukum.

baca juga
Infografis kekerasan seksual di transportasi online. (Suara.com/Aldie)
Infografis kekerasan seksual di transportasi online. (Suara.com/Aldie)

Celah Sistem: Rekrutmen hingga Pengawasan Kendaraan

Kasus di Jakarta Pusat membuka lapisan lain dari persoalan, bukan hanya pelaku, tetapi juga sistem yang memungkinkan kejadian itu terjadi.

Selain pelaku yang terbukti menggunakan narkoba, kondisi kendaraan juga menjadi sorotan. Penggunaan kaca film gelap dinilai dapat memperbesar peluang terjadinya kejahatan karena menghilangkan visibilitas dari luar.

Komnas Perempuan menilai pengawasan terhadap kendaraan dan identitas pengemudi masih menjadi titik lemah dalam sistem transportasi online.

Sundari mengatakan, Komnas Perempuan akan melakukan kajian untuk mendorong pihak-pihak kementerian dan lembaga dapat membuat regulasi nasional mengenai transportasi online.

Penumpang Harus Aktif Lindungi Diri, Tapi Sistem Tetap Kunci

Di tengah celah sistem yang disorot, sejumlah penelitian menegaskan bahwa faktor keamanan dalam transportasi sangat bergantung pada kombinasi antara sistem dan perilaku pengguna.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal transportasi oleh peneliti seperti A. Primayandi dari Politeknik Negeri Bandung, disebutkan bahwa persepsi keamanan menjadi faktor paling krusial dalam penggunaan transportasi publik.

Penelitian tersebut menegaskan bahwa semakin rendah rasa aman yang dirasakan penumpang, semakin kecil kemungkinan mereka menggunakan layanan transportasi.

Sementara itu, riset lain yang dipublikasikan dalam jurnal Automotive Experiences oleh R. Rusdjijati menekankan bahwa perlindungan penumpang tidak bisa hanya bergantung pada operator, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pengguna.

Studi tersebut menyoroti pentingnya koordinasi antara sistem, operator, dan pengguna dalam menciptakan transportasi yang aman.

Temuan akademik ini memperkuat situasi di lapangan bahwa sistem masih memiliki celah, sehingga penumpang sering kali menjadi lapisan perlindungan terakhir.

Karena itu, sejumlah langkah preventif tetap relevan dilakukan, seperti membagikan lokasi perjalanan secara real-time, memastikan rute sesuai dengan peta pribadi, memverifikasi identitas pengemudi dan kendaraan, serta menghindari kondisi kendaraan yang mencurigakan.

Namun para peneliti juga menegaskan bahwa pendekatan ini bukanlah solusi utama.

Tanpa perbaikan sistemik dari sisi platform dan regulasi, beban keamanan akan terus bertumpu pada individu—yang dalam banyak kasus justru menjadi pihak paling rentan. Pada akhirnya, rasa aman dalam perjalanan seharusnya tidak menjadi tanggung jawab penumpang semata, melainkan hasil dari sistem yang benar-benar dirancang untuk melindungi setiap pengguna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

News | Rabu, 08 April 2026 | 09:56 WIB

5 Fitur Keamanan HP yang Wajib Diaktifkan untuk Melndungi Perangkat

5 Fitur Keamanan HP yang Wajib Diaktifkan untuk Melndungi Perangkat

Tekno | Selasa, 07 April 2026 | 07:22 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver

Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver

News | Senin, 06 April 2026 | 18:17 WIB

Terkini

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

×