Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 09 April 2026 | 07:24 WIB
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
Selat Hormuz (Gemini AI)
  • Donald Trump menjamin keamanan Selat Hormuz pasca tercapainya gencatan senjata dua pekan dengan Iran.

  • Presiden AS menjanjikan potensi masa keemasan ekonomi dan rekonstruksi bagi wilayah Timur Tengah.

  • Stabilitas jalur maritim kembali dipulihkan setelah sebelumnya sempat lumpuh akibat konflik militer besar.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyatakan komitmennya untuk mengurai kemacetan arus kapal di wilayah Selat Hormuz.

Langkah strategis ini diambil menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama empat belas hari antara Washington dan pihak Iran.

Trump optimis bahwa stabilitas keamanan di jalur perairan tersebut akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kawasan tersebut.

Melalui unggahan di media sosial, sang Presiden memberikan sinyal positif terkait masa depan pemulihan ekonomi di wilayah konflik.

"Akan ada banyak aksi positif! Banyak uang akan dihasilkan. Iran bisa memulai proses rekonstruksi," kata Trump di platform Truth Social, dikutip dari Anadolu.

Pemerintah Amerika Serikat berencana untuk memfasilitasi pengiriman berbagai jenis komoditas penting guna mendukung proses pembangunan kembali.

Kehadiran armada Amerika di sekitar perairan strategis tersebut bertujuan untuk memastikan jalur logistik internasional tetap beroperasi tanpa hambatan.

Kesiapan militer dan logistik AS menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran distribusi barang yang selama ini tersendat akibat ketegangan.

Trump menekankan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan demi menjamin keamanan setiap kapal komersial yang melintas di sana.

"Kami hanya akan berada di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambahnya.

Sebelum pengumuman gencatan senjata pada Selasa (7/4) lalu, Trump memang sempat memberikan peringatan keras kepada pihak berwenang Iran.

Ia menetapkan batas waktu tertentu bagi Iran untuk segera memulihkan akses navigasi di Selat Hormuz dan menyepakati perdamaian.

Visi besar Trump adalah menjadikan momen penghentian permusuhan ini sebagai titik awal kemakmuran jangka panjang di tanah Arab.

Pimpinan Amerika tersebut melabeli situasi perdamaian ini sebagai potensi "Masa Keemasan Timur Tengah" bagi seluruh negara yang terlibat.

Keterlibatan aktif Amerika Serikat dipandang sebagai upaya untuk mengamankan salah satu urat nadi perdagangan maritim terpenting di dunia.

Situasi di Timur Tengah sebelumnya sempat memanas hebat setelah adanya operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel.

Serangan masif yang dilancarkan pada 28 Februari tersebut memicu eskalasi besar karena menyasar target-target vital di wilayah Iran.

Insiden tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 1.400 orang dalam serangkaian serangan udara yang cukup mematikan.

Salah satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah Ayatollah Ali Khamenei yang merupakan Pemimpin Tertinggi Iran pada saat itu.

Kematian tokoh sentral tersebut memicu kemarahan besar dari pihak militer Teheran terhadap kekuatan asing di sekitar wilayah mereka.

Iran merespons serangan gabungan itu dengan meluncurkan armada pesawat tanpa awak dan rudal ke berbagai titik strategis.

Target utama dari serangan balasan tersebut adalah wilayah Israel serta beberapa negara tetangga seperti Yordania dan Irak.

Negara-negara di kawasan Teluk yang menyimpan pangkalan atau aset militer Amerika Serikat juga tidak luput dari ancaman serangan.

Selain serangan fisik, Iran mengambil langkah taktis dengan menutup dan membatasi akses pelayaran di sepanjang Selat Hormuz.

Penutupan jalur ini sempat menyebabkan guncangan pada pasar komoditas global karena terhambatnya arus keluar masuk kapal tanker minyak.

Kini dengan adanya masa jeda perang, fokus utama beralih pada pemulihan jalur perdagangan internasional yang sempat lumpuh total.

Trump meyakini bahwa bantuan dari Amerika Serikat dalam memuat pasokan komoditas akan mempercepat normalisasi situasi di jalur maritim tersebut.

Dunia internasional kini menanti apakah gencatan senjata dua pekan ini dapat berlanjut menjadi perdamaian permanen yang stabil.

Keberhasilan pembukaan kembali Selat Hormuz akan menjadi indikator penting bagi keberhasilan diplomasi pemerintahan Donald Trump di periode ini.

Dukungan rekonstruksi bagi Iran diharapkan mampu meredam ketegangan politik dan militer yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak

Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:17 WIB

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 07:10 WIB

Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta

Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Tamat di Bunker Depok! Buronan Predator Seksual AS Dideportasi, Dijemput Langsung US Marshal

Tamat di Bunker Depok! Buronan Predator Seksual AS Dideportasi, Dijemput Langsung US Marshal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:45 WIB

Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:54 WIB

Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir

Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!

Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20 WIB

Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok

Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:00 WIB

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 08:55 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB