AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Bernadette Sariyem

Kamis, 09 April 2026 | 12:10 WIB
AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Selat Hormuz di bagian perairan Republik Islam Iran.
baca 10 detik
  • Iran menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4/2026) karena menilai Amerika Serikat dan Israel melanggar ketentuan gencatan senjata.
  • Presiden Donald Trump menyatakan konflik Lebanon terpisah dari kesepakatan, sehingga memicu ketegangan diplomatik dengan pihak Iran.
  • Serangan Israel di Lebanon menyebabkan 89 orang tewas dan 722 terluka, memicu ancaman balasan militer dari kelompok Hezbollah.

Suara.com - Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026), Iran kembali menutup Selat Hormuz.

Penutupan salah satu rute maritim paling krusial di dunia itu kembali ditutup karena Iran menganggap Amerika Serikat dan Israel mengkhianati persyaratan gencatan senjata.

Satu dari sepuluh klausul gencatan senjata adalah AS-Israel harus menghentikan perang agresi terhadap Iran dan poros perlawanan di Lebanon. 

Namun, setelah gencatan senjata dimulai, Israel justru semakin intensif melakukan pengeboman di wilayah Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui pernyataan resminya memberikan sinyal keras bahwa keamanan navigasi internasional sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap stabilitas regional.

Penutupan jalur ini diprediksi akan mengguncang pasar energi global, mengingat signifikansi Selat Hormuz dalam distribusi minyak dunia.

Pernyataan Kontroversial Donald Trump Terkait Lebanon

Di tengah situasi yang memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberikan pernyataan yang memperkeruh suasana diplomasi.

Trump menegaskan Lebanon "tidak termasuk" dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

baca juga

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan ekspektasi Teheran, yang memasukkan stabilitas Lebanon sebagai bagian dari persamaan keamanan regional mereka.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan berita PBS, Trump menjelaskan bahwa situasi di Lebanon merupakan isu yang "terpisah" dari kesepakatan dengan Iran.

Hal ini dikarenakan adanya kehadiran milisi Hezbollah, yang baru-baru ini melancarkan serangan balasan terhadap Israel setelah pengeboman sebelumnya di wilayah Iran.

"Situasi di Lebanon terpisah dari kesepakatan Iran," ujar Trump dalam wawancara tersebut.

Perbedaan persepsi ini menjadi lubang besar dalam efektivitas kesepakatan diplomatik yang baru saja seumur jagung tersebut.

Krisis Kemanusiaan: Korban Berjatuhan di Lebanon

Kondisi di lapangan di Lebanon semakin memprihatinkan. Otoritas melaporkan sekitar 90 orang telah kehilangan nyawa, dan lebih dari 700 orang terluka pada hari Rabu menyusul rangkaian pengeboman terbaru oleh Israel.

Serangan ini terjadi setelah militer Israel (IDF) mengklaim telah mengeksekusi "serangan terbesar" mereka terhadap sasaran yang diduga sebagai basis milisi Hezbollah sejak awal ofensif.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nasereldín, memperbarui data korban dengan rincian 89 orang tewas dan 722 lainnya luka-luka.

"Ini adalah angka awal yang bisa terus meningkat dalam beberapa jam ke depan," ungkap Nasereldín kepada saluran televisi LBCI News.

Serangan udara yang masif ini, telah menciptakan gelombang ketakutan dan kehancuran di pemukiman warga, memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di tengah lumpuhnya infrastruktur kesehatan Lebanon.

Perlawanan Hezbollah dan Ancaman Perang Terbuka

Menanggapi agresi yang meningkat, Hezbollah menegaskan posisi mereka untuk tidak mundur sedikit pun.

Melalui laporan kantor berita Reuters, kelompok milisi tersebut menegaskan kembali "hak untuk membalas" terhadap setiap serangan Israel yang menyasar kedaulatan Lebanon.

Bagi Hezbollah, ofensif yang dilancarkan oleh militer Israel tidak akan melemahkan posisi mereka.

Sebaliknya, kelompok Syiah pro-Iran ini menyatakan bahwa tindakan Israel hanya akan memperkuat tekad untuk melawan dan menghadapi "musuh".

Ketegangan ini menunjukkan kesepakatan antara Washington dan Teheran mungkin tidak cukup kuat untuk membendung konflik, jika aktor-aktor regional lainnya seperti Israel dan Hezbollah tetap berada dalam lingkaran kekerasan tanpa henti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS

Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:02 WIB

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 11:25 WIB

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:52 WIB

Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?

Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:45 WIB

Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata

Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:32 WIB

Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran

Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:21 WIB

Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan

Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:05 WIB

Terkini

BNNP Sumut Buru Bandar 'Pod Getar' ke Kamboja Usai Tangkap 2 Kurir di Tanjung Balai

BNNP Sumut Buru Bandar 'Pod Getar' ke Kamboja Usai Tangkap 2 Kurir di Tanjung Balai

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Modal Asing Masuk RI Rp 131,1 T per Oktober 2026: SBN Moncer, Saham Masih Keok

Modal Asing Masuk RI Rp 131,1 T per Oktober 2026: SBN Moncer, Saham Masih Keok

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Serapan Beras Bulog Pecahkan Rekor, Tembus 4,11 Juta Ton pada Awal Oktober

Serapan Beras Bulog Pecahkan Rekor, Tembus 4,11 Juta Ton pada Awal Oktober

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Rumah TNI Jadi Markas Judol di Cijantung, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

Rumah TNI Jadi Markas Judol di Cijantung, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:37 WIB

5 Cara Mencegah Penularan Influenza A

5 Cara Mencegah Penularan Influenza A

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:36 WIB

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM

Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan

Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:25 WIB

×