Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia

Muhammad Yasir

Jum'at, 10 April 2026 | 08:06 WIB
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia
Kongres Nasional VI Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/ Dinda]
baca 10 detik
  • Kongres Nasional VI KPI menyoroti kegagalan sistem perlindungan negara terhadap korban kekerasan seksual.
  • KPI menemukan fenomena meningkatnya keinginan anak untuk menikah dini yang berdampak negatif pada kesiapan fisik serta mental.
  • Pemerintah didesak menggunakan pendekatan kontekstual untuk menangani perbedaan penyebab perkawinan anak yang bervariasi di setiap wilayah Indonesia.

Suara.com - Kondisi darurat kekerasan berbasis gender dan tingginya angka perkawinan anak menjadi rapor merah yang disoroti tajam dalam Kongres Nasional VI Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Jakarta, Kamis (9/4/2026). 

KPI menilai, sistem perlindungan negara saat ini masih gagal memberikan rasa aman dan keadilan bagi perempuan.

Presidium Nasional KPI, Ema Husain, mengungkapkan bahwa banyak kasus kekerasan seksual yang menguap begitu saja tanpa penanganan hukum yang tuntas. Hal ini diperparah oleh birokrasi dan sistem perlindungan yang dinilai masih "setengah hati" dalam berpihak pada korban.

“Pengalaman teman-teman KPI di wilayah dan juga kawan-kawan di sini dan juga kawan-kawan ada di Wilayah, Cabang, begitu banyak persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kekerasan seksual itu tidak tertangani dengan maksimal,” ujar Ema.

Menurut Ema, harapan perempuan untuk mendapatkan keadilan sering kali pupus saat berhadapan dengan tembok sistem yang kaku.

“Sistem perlindungan yang ada dan kemudian menjadi harapan perempuan ketika mengalami kekerasan itu belum memberikan ruang yang cukup adil bagi perempuan,” ujarnya.

Fakta Mengejutkan: Anak Ingin Nikah Sendiri

Selain isu kekerasan, KPI membedah fenomena perkawinan anak yang kian mencemaskan. Melalui gerakan "Balai Perempuan" di tingkat akar rumput, KPI menemukan fakta bahwa pemicu pernikahan dini bukan lagi sekadar faktor ekonomi atau paksaan orang tua.

Berdasarkan riset mendalam KPI, terungkap fenomena di mana keinginan anak itu sendiri untuk menikah menjadi faktor dominan yang sulit dibendung.

baca juga

“Ada satu hal yang menjadi sangat penting dan krusial dan itu menjadi perhatian dari Koalisi Perempuan Indonesia adalah anak itu sendiri yang ingin menikah,” ungkap Ema.

Ironisnya, keinginan tersebut berujung pada petaka rumah tangga karena ketidaksiapan mental dan fisik. KPI menyoroti fenomena "anak mengasuh anak" yang merenggut masa depan generasi muda.

“Setelah menikah ternyata banyak persoalan yang ditimbulkan. Mereka masih anak kemudian harus, ketika hamil, mengasuh anak, di mana dunianya masih dunia anak tapi kemudian harus mengasuh anak,” tuturnya prihatin.

Beda Daerah, Beda Masalah

Sementara itu, Steering Committee KPI wilayah Jawa, Sufiqah, mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan kacamata kuda dalam menangani isu ini. Ia menegaskan bahwa karakteristik dan penyebab perkawinan anak di setiap wilayah Indonesia memiliki keunikan tersendiri.

“Sebetulnya di setiap daerah itu permasalahan tentang perkawinan anak itu berbeda-beda. Jadi kita tidak bisa satu daerah itu menganggap ketika ada persoalan anak itu sama dengan daerah lain,” tegas Sufiqah.

Melalui struktur organisasi yang menjangkau hingga pelosok desa, KPI mendesak adanya pendekatan kontekstual dan edukasi sosial yang berkelanjutan.

Kongres Nasional VI ini juga diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan kebijakan yang benar-benar melindungi hak perempuan dan anak dari hulu hingga ke hilir.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?

Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:21 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver

Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver

News | Senin, 06 April 2026 | 18:17 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah Meningkat, FSGI Catat 22 Kasus dalam 3 Bulan

Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah Meningkat, FSGI Catat 22 Kasus dalam 3 Bulan

News | Senin, 06 April 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×