PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

Dwi Bowo Raharjo | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 10:28 WIB
PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata
Serangan Israel ke Lebanon (Antara)
  • Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada 8 April 2026 yang menewaskan ratusan warga sipil serta merusak infrastruktur.
  • PBB mengecam keras tindakan tersebut karena dinilai membahayakan momentum gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan.
  • Sekjen PBB mendesak penghentian permusuhan dan menekankan bahwa diplomasi adalah satu-satunya solusi nyata untuk menjaga perdamaian di Lebanon.

Suara.com - Serangan besar-besaran Israel di Lebanon pada 8 April 2026 tidak hanya menewaskan ratusan warga sipil, tetapi juga memicu kekhawatiran baru di level global.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai eskalasi ini berpotensi merusak momentum gencatan senjata yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menghantam berbagai wilayah di Lebanon dan menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar, termasuk anak-anak, serta kerusakan infrastruktur.

“Sekretaris Jenderal dengan tegas mengutuk serangan besar-besaran oleh Israel di seluruh wilayah Lebanon pada 8 April yang mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dan terluka,” kata Dujarric dalam pernyataan resmi, ditulis Jumat (10/4/2026).

PBB tidak hanya menyoroti jumlah korban, tetapi juga pola serangan yang berdampak langsung pada wilayah sipil.

Dalam pernyataan itu, Sekjen menilai meningkatnya korban sipil sebagai situasi yang sangat memprihatinkan.

Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4). [Tangkap layar X]
Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4). [Tangkap layar X]

Dujarric juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Lebanon, seraya menekankan pentingnya pemulihan bagi para korban luka di tengah sistem kesehatan yang tertekan.

Namun, sorotan utama PBB bukan semata pada dampak kemanusiaan.

Di saat bersamaan, kawasan tengah berada dalam fase sensitif setelah diumumkannya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Aktivitas militer yang masih berlangsung di Lebanon dinilai berisiko menggagalkan upaya deeskalasi tersebut.

“Seiring dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang masih berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata tersebut serta upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan,” ujar Dujarric.

PBB kembali menyerukan penghentian segera permusuhan. Dalam konteks ini, organisasi internasional tersebut menegaskan bahwa hukum internasional, termasuk hukum humaniter, tidak bisa dinegosiasikan.

“Warga sipil dan objek sipil harus dilindungi setiap saat, dan serangan yang ditujukan kepada mereka tidak dapat diterima,” tegasnya.

Lebih jauh, Sekretaris Jenderal PBB menilai pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik yang terus berulang di kawasan tersebut. Jalur diplomasi kembali didorong sebagai satu-satunya opsi yang realistis.

“Tidak ada solusi militer untuk konflik ini,” kata Dujarric.

PBB juga mendesak semua pihak untuk kembali pada komitmen internasional, termasuk implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan 1701 yang selama ini menjadi kerangka utama dalam menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:05 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:53 WIB

Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti

Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:16 WIB

Terkini

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:36 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:26 WIB

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:10 WIB

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

News | Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB