Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 12:57 WIB
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
Benjamin Netanyahu (IG Benjamin Netanyahu)
baca 10 detik
  • Persidangan korupsi Benjamin Netanyahu kembali digelar setelah sempat tertunda akibat konflik bersenjata Iran.

  • Netanyahu diduga menerima suap miliaran rupiah dan melakukan negosiasi gelap dengan media massa.

  • Donald Trump sempat meminta Presiden Israel memberikan pengampunan resmi kepada Netanyahu yang terdakwa.

Suara.com - Otoritas peradilan di Israel secara resmi mengumumkan pembukaan kembali agenda persidangan bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Keputusan ini diambil setelah situasi keamanan dianggap mulai stabil pasca ketegangan militer yang sempat melanda kawasan tersebut.

Agenda hukum yang tertunda ini dijadwalkan bakal segera bergulir kembali pada hari Minggu besok.

Langkah ini dimungkinkan karena sistem hukum negara telah mendapatkan lampu hijau untuk beroperasi secara normal kembali.

Tim pembela rencananya akan mulai menghadirkan sejumlah saksi penting dalam persidangan yang sangat dinantikan ini.

Kelanjutan sidang ini tidak terlepas dari persetujuan yang diberikan oleh Komando Front Dalam Negeri Israel.

Instansi militer tersebut telah memperbolehkan berbagai aktivitas publik di wilayah negara untuk berjalan seperti semula.

Momentum ini muncul tepat setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara pihak Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan damai jangka pendek tersebut dilaporkan tercapai pada Selasa malam waktu Amerika Serikat yang lalu.

baca juga

Kondisi keamanan yang membaik menjadi faktor utama pengadilan memutuskan untuk memanggil kembali sang Perdana Menteri.

Netanyahu saat ini harus berhadapan dengan rentetan tuduhan serius dalam tiga berkas perkara yang berbeda.

Dalam dua kasus di antaranya, ia disinyalir melakukan kesepakatan gelap demi mendapatkan citra positif di media.

Pihak penuntut juga menduga adanya aliran hadiah mewah dari kalangan pengusaha kaya raya kepada pemimpin Israel tersebut.

Total nilai pemberian yang dipermasalahkan diperkirakan menembus angka lebih dari 260.000 dollar AS atau sekitar Rp 4,4 miliar.

Pemberian tersebut diduga kuat merupakan imbalan atas berbagai kemudahan politik yang diberikan oleh sang Perdana Menteri.

Hingga saat ini, tokoh politik berusia 76 tahun tersebut secara konsisten menampik seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Netanyahu sendiri berulang kali membantah semua tuduhan tersebut.

Ia merasa bahwa seluruh proses yang berjalan saat ini tidak lebih dari sekadar upaya pelemahan posisi politiknya.

Ia juga menyebut proses hukum yang menjeratnya sebagai “pengadilan politik”.

Sejarah mencatat bahwa sosok ini merupakan Perdana Menteri Israel pertama yang tetap menjabat saat statusnya terdakwa.

Perjalanan kasus hukum ini sebenarnya telah menjadi sorotan publik internasional sejak tahun 2019 yang lalu.

Proses persidangan di meja hijau sendiri sudah mulai dilaksanakan secara resmi pada tahun 2020 silam.

Namun dalam perjalanannya, persidangan ini sering kali menemui jalan buntu dan mengalami penundaan berkali-kali.

Salah satu alasan klasiknya adalah kepadatan agenda kerja Netanyahu dalam memimpin roda pemerintahan di negara Israel.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang bisa memastikan kapan rangkaian persidangan panjang ini akan berakhir.

Menariknya, isu hukum ini juga menyeret perhatian mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ikut bersuara.

Trump dilaporkan sempat meminta secara personal kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, agar memberikan ampunan hukum.

Pesan tersebut disampaikan oleh Trump secara terbuka dalam sebuah pidato di hadapan parlemen Israel beberapa waktu lalu.

Tidak hanya lewat lisan, dukungan tersebut juga diperkuat melalui pengiriman surat resmi kepada kantor kepresidenan Herzog.

Merespons dukungan itu, tim pengacara sang Perdana Menteri juga telah melayangkan berkas permohonan pengampunan secara formal.

Meskipun terdapat upaya lobi politik yang cukup kuat, nasib permohonan pengampunan tersebut masih belum menemui kejelasan.

Pihak otoritas kepresidenan Israel hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan final terkait permintaan grasi tersebut.

Oleh karena itu, pengadilan tetap berpegang pada prosedur hukum yang berlaku dengan melanjutkan agenda pemeriksaan perkara.

Publik kini tertuju pada hari Minggu mendatang untuk melihat perkembangan terbaru dari kesaksian para pihak pembela.

Proses ini akan menjadi ujian besar bagi integritas sistem peradilan dan stabilitas politik di internal Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

Ngaku Bisa Atur Kasus Korupsi, 4 Petugas KPK Gadungan Ditangkap

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:28 WIB

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:15 WIB

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

Jabar | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:07 WIB

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:36 WIB

×