Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
Benjamin Netanyahu (IG Benjamin Netanyahu)
baca 10 detik
  • Netanyahu memerintahkan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan damai langsung dengan pemerintah Lebanon segera.

  • Serangan udara Israel menewaskan 303 warga Lebanon di tengah ketidakpastian status gencatan senjata global.

  • Presiden Lebanon mengimbau persatuan nasional dan menempuh jalur diplomatik internasional demi menghentikan konflik.

Suara.com - Pemerintah Israel secara mengejutkan membuka pintu komunikasi diplomatik langsung dengan pihak Lebanon dalam waktu dekat ini.

Langkah strategis ini diambil tepat sehari setelah agresi militer besar-besaran yang merenggut ratusan nyawa penduduk Lebanon.

Pihak otoritas Israel nampaknya mulai mempertimbangkan jalur meja hijau untuk menyelesaikan ketegangan yang kian meruncing tersebut.

Kabar mengenai rencana negosiasi ini menjadi sorotan dunia mengingat situasi keamanan di perbatasan yang masih mencekam.

Keputusan krusial ini diambil di tengah pusaran diplomasi global yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan lampu hijau kepada jajarannya untuk segera memproses mekanisme dialog tersebut.

Kebijakan ini merupakan respons atas permintaan komunikasi yang kabarnya telah diajukan berulang kali oleh pihak Lebanon.

"Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya kemarin telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan tersebut secepat mungkin," kata Netanyahu dalam pernyataan yang dirilis kantornya pada Kamis (9/4), dikutip CNN Internasional.

Fokus utama dari pertemuan tingkat tinggi tersebut nantinya akan menyasar pada poin-poin yang sangat sensitif.

baca juga

Netanyahu menekankan bahwa agenda utama pembicaraan adalah proses pelucutan senjata milisi serta upaya perdamaian permanen.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah keraguan publik mengenai status gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.

Sebelumnya telah tercapai kesepakatan penghentian konflik selama empat belas hari antara pihak Washington dengan Teheran.

Namun terdapat perbedaan penafsiran yang sangat tajam mengenai apakah wilayah Lebanon masuk dalam zona aman tersebut.

Pihak Israel secara tegas menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam daftar wilayah yang masuk skema gencatan senjata.

Di sisi lain Iran dan Pakistan justru meyakini bahwa kesepakatan tersebut seharusnya mencakup seluruh area konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:28 WIB

Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:45 WIB

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×