-
Iran membantah keras tuduhan peluncuran rudal ke wilayah Teluk selama masa gencatan senjata.
-
Garda Revolusi menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai aktor di balik isu serangan tersebut.
-
Kesepakatan damai antara Iran dan AS dimediasi oleh Pakistan untuk menghentikan konflik berdarah.
Identifikasi pelaku menjadi sangat krusial agar tidak terjadi kesalahpahaman fatal yang bisa mengakhiri masa jeda pertempuran.
“Setiap tindakan yang tidak tercantum dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada kaitannya dengan kami,” tambahnya.
Pihak militer menegaskan bahwa setiap langkah agresif yang mereka ambil pasti akan diumumkan kepada publik.
Transparansi ini menjadi prinsip utama Iran dalam menjalankan kebijakan pertahanan nasional mereka di hadapan media internasional.
Segala jenis serangan yang dilakukan oleh pasukan resmi dipastikan akan memiliki jejak informasi yang valid dan kredibel.
Oleh karena itu, informasi yang tidak diverifikasi oleh otoritas pusat dianggap sebagai berita bohong atau upaya sabotase.
Republik Islam Iran menekankan bahwa klaim sepihak tanpa bukti hanya akan memperkeruh situasi keamanan di Teluk.
Iran akan mengumumkan secara terbuka setiap serangan yang dilakukan oleh pasukannya.
Perlu diketahui bahwa kesepakatan damai ini baru saja diumumkan pada awal April 2026 melalui peran penengah internasional.
Pakistan bertindak sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara pihak Washington dan pihak Teheran yang bersitegang.
Gencatan senjata selama dua pekan ini merupakan napas baru setelah konflik berdarah yang terjadi sejak akhir Februari lalu.
Konfrontasi militer tersebut sebelumnya telah mengakibatkan kerugian besar serta jatuhnya ribuan korban jiwa di medan perang.
Target utama dari jeda ini adalah untuk menyusun rencana perdamaian permanen yang lebih luas bagi semua pihak.
Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak 28 Februari, yang telah menyebabkan ribuan korban tewas dan luka-lukasi.
Meskipun kesepakatan telah berjalan, terdapat perbedaan pendapat mengenai wilayah mana saja yang harus menghentikan serangan.