Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Muhammad Yasir, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 10 April 2026 | 15:56 WIB
Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Kejaksaan Agung RI menyerahkan uang hasil denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI senilai Rp11,4 triliun kepada pemerintah, Jumatv(10/4/2026). [Suara.com/Faqih]
baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung menyerahkan dana Rp11,4 triliun kepada pemerintah pada Jumat, 10 April 2026, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta.
  • Dana tersebut berasal dari denda administratif, PNBP tindak pidana korupsi, serta setoran pajak sektor perkebunan dan pertambangan nasional.
  • Satgas PKH berhasil mengembalikan jutaan hektare kawasan hutan kepada negara untuk dikelola kembali demi kepentingan rakyat Indonesia.

Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyerahkan uang hasil denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI kepada pemerintah. Total nilai rampasan yang dihimpun oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) itu mencapai Rp11,4 triliun.

Penyerahan aset tersebut dilakukan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta,  pada Jumat (10/4/2026), dengan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Jaksa Agung ST Burhanuddin merinci, dana Rp11,4 triliun tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain penagihan denda administratif sebesar Rp7,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hasil penanganan tindak pidana korupsi senilai Rp1,9 triliun.

Selain itu, terdapat setoran pajak periode Januari-April 2026 senilai Rp967,7 miliar, pendapatan pajak dari PT Agrinas Palma Nusantara sebesar Rp108,5 miliar, serta PNBP denda lingkungan hidup senilai Rp1,1 triliun.

“Selain itu, Satgas PKH juga melakukan penguasaan kembali kawasan hutan baik sektor perkebunan (sawit) dan sektor pertambangan,” ungkap Burhanuddin.

Di sektor perkebunan, Satgas PKH berhasil mengembalikan lahan seluas 5.888.260,07 hektare yang sebelumnya diubah menjadi perkebunan sawit. Sementara di sektor pertambangan, negara menguasai kembali lahan seluas 10.257,22 hektare.

Pada tahap VI ini, Kejagung menyerahkan kembali lahan hutan konservasi seluas 254.780,12 hektare kepada Kementerian Kehutanan.

Lahan tersebut mencakup hutan produksi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (149.198,09 ha), Taman Hutan Raya Lae Kombih di Subulussalam, Aceh (510,03 ha), dan Hutan Konservasi Gunung Halimun Salak, Jawa Barat (105.072 ha).

Burhanuddin menjelaskan, sebagian luasan tanah tersebut diserahkan dari Satgas PKH kepada Kementerian Keuangan, kemudian diteruskan ke BPI Danantara, hingga akhirnya diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dengan total luas 30.543,40 hektare.

baca juga

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga  menekankan bahwa penegakan hukum yang tegas merupakan faktor penentu kedaulatan dan wibawa negara. Ia menilai hukum yang kuat akan berdampak nyata bagi perbaikan ekonomi nasional.

“Sebaliknya, penegakan hukum yang kuat, cerdas dan terarah akan memperbaiki tata kelola, memulihkan kerugian negara, menyehatkan iklim usaha dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi nasional,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas praktik mafia di sektor kehutanan guna melindungi kekayaan alam Indonesia demi kepentingan rakyat.

“Negara tidak boleh kalah dari para mafia yang terus menghisap kekayaan hutan Indonesia. Kita pastikan bahwa hutan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa merupakan anugerah yang dimiliki bangsa Indonesia harus dikelola dan dilestarikan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok tertentu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Islah Bahrawi Nilai Prabowo Tak Sejalan dengan Gagasan di Buku Paradoks Indonesia

Islah Bahrawi Nilai Prabowo Tak Sejalan dengan Gagasan di Buku Paradoks Indonesia

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:53 WIB

Islah Bahrawi Jawab Tudingan Makar: Saya Cinta Negara 1000 Persen, Tapi Belum Tentu Cinta Pemerintah

Islah Bahrawi Jawab Tudingan Makar: Saya Cinta Negara 1000 Persen, Tapi Belum Tentu Cinta Pemerintah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 14:24 WIB

Prabowo Pimpin Sumpah Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Anggota Ombudsman dan Duta Besar

Prabowo Pimpin Sumpah Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Anggota Ombudsman dan Duta Besar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Arti 3 Jari Telunjuk Tengah Manis, Ini Asal Usul Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Arti 3 Jari Telunjuk Tengah Manis, Ini Asal Usul Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:33 WIB

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:30 WIB

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 13:05 WIB

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

×