Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB
Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
  • Iran dan Amerika Serikat berselisih tajam mengenai hak militer di wilayah Selat Hormuz.

  • Militer Iran mengancam akan menyerang kapal perang Amerika jika memasuki area Selat Hormuz.

  • Perundingan diplomatik di Islamabad terus berlanjut meski dibayangi ancaman konflik bersenjata di laut.

Suara.com - Kedaulatan wilayah perairan Selat Hormuz kini menjadi batu sandungan utama dalam dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.

Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Islamabad ini menghadapi jalan terjal karena perbedaan prinsip keamanan maritim.

Iran secara terbuka menolak segala bentuk pengurangan kehadiran militer mereka di jalur perdagangan minyak paling vital tersebut.

Donald Trump. [Dok. Antara]
Donald Trump. [Dok. Antara]

Sikap keras Teheran ini memicu perdebatan sengit dengan utusan Washington yang menginginkan stabilitas akses internasional.

Esensi dari konflik ini bukan sekadar soal jalur kapal, melainkan harga diri kedaulatan bangsa Iran.

Delegasi Iran secara konsisten menuntut pengakuan atas hak-hak rakyat mereka dalam menjaga wilayah teritorial laut.

Upaya mempertahankan dominasi militer di Selat Hormuz dianggap sebagai harga mati yang tidak dapat ditawar.

Sementara itu, Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa perbedaan pandangan ini telah muncul sejak putaran pertama pembicaraan dimulai.

Pihak Teheran merasa kehadiran angkatan bersenjata mereka adalah jaminan keamanan dari intervensi asing yang merugikan.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat memandang dominasi sepihak tersebut sebagai ancaman bagi kebebasan navigasi dunia.

Ancaman Serangan Kapal Perusak

Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan sangat keras terkait aktivitas kapal asing.

Iran akan “secara tegas” mencegah setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz, demikian pernyataan mereka.

Ketegangan sempat memuncak ketika sebuah kapal perusak milik Angkatan Laut AS terdeteksi bergerak menuju selat tersebut.

Militer Iran memantau ketat pergerakan kapal yang berangkat dari pelabuhan Fujairah itu dengan kesiagaan penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:08 WIB

Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis

Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis

News | Minggu, 12 April 2026 | 10:51 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB