Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

Muhammad Yasir | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
Ilustrasi sawit di perkebunan. [kaltimtoday.co]
  • NEXT Indonesia Center menemukan perbedaan data ekspor minyak sawit antara Indonesia dan Singapura sepanjang periode 2015 hingga 2024.
  • Manipulasi data melalui praktik over-invoicing dan under-invoicing menyebabkan potensi kerugian ekonomi serta penurunan penerimaan pajak bagi negara.
  • Pemerintah didorong memperkuat integrasi data perdagangan dan pengawasan transaksi untuk menutup celah manipulasi pelaporan ekspor komoditas sawit.

Suara.com - Ketidaksesuaian data perdagangan antara Indonesia dan Singapura dalam ekspor minyak kelapa sawit menunjukkan indikasi kuat praktik manipulasi, baik dalam bentuk over-invoicing maupun under-invoicing.

Analisis NEXT Indonesia Center terhadap data TradeMap sepanjang periode 2015–2024 menemukan adanya perbedaan mencolok pada nilai, volume, dan harga, terutama pada produk sawit rafinasi (HS 151190).

Sebagai contoh, pada tahun 2022 Singapura mencatat impor minyak sawit mentah sebesar US$44,5 juta. Namun di sisi lain, Indonesia melaporkan ekspor ke negara tersebut mencapai US$141,2 juta.

Perbedaan ini mengindikasikan terjadinya over-invoicing ekspor Indonesia.

Sebaliknya, pada tahun 2024 terjadi fenomena yang berlawanan. Nilai impor Singapura tercatat sebesar US$16,6 juta, sementara Indonesia hanya melaporkan ekspor sebesar US$267 ribu.

Kondisi ini mengindikasikan adanya under-invoicing dalam pelaporan ekspor.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko menilai praktik ini sangat merugikan Indonesia.

“Lubang hitam” dalam perdagangan ini tidak hanya membuat keuntungan ekonomi tidak tercatat di dalam negeri, tetapi juga berdampak pada rendahnya penerimaan pajak.

Temuan ini juga sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut adanya 10 perusahaan terindikasi melakukan manipulasi data ekspor.

Modus yang digunakan adalah dengan melaporkan transaksi seolah-olah hanya sampai Singapura, padahal tujuan akhir ekspor adalah negara lain seperti Amerika Serikat.

"Harga yang dilaporkan ke otoritas Indonesia rata-rata hanya setengah dari harga yang berlaku di pasar tujuan akhir seperti Amerika Serikat," ungkap Christiantoko di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Christiantoko menegaskan perlunya langkah tegas dari pemerintah untuk menutup celah manipulasi tersebut.

NEXT Indonesia Center mendorong pemerintah untuk memperkuat integrasi data perdagangan lintas negara serta meningkatkan pengawasan terhadap transaksi afiliasi, guna memastikan seluruh nilai ekonomi komoditas sawit tercatat di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:48 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Terkini

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB

Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf

Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:09 WIB

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:08 WIB

Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis

Strategi Bertahan Iran Selama 40 Hari Runtuhkan Dominasi Pertahanan Udara Zionis

News | Minggu, 12 April 2026 | 10:51 WIB