Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. (Suara.com/Aldie)
baca 10 detik
  • Indonesia menyumbang 40,37 persen pasokan CPO global, namun Singapura justru meraup nilai ekonomi lebih besar melalui perdagangan perantara.
  • Data menunjukkan Singapura menjual kembali sawit Indonesia dengan selisih harga signifikan, mencapai US$634 per ton pada tahun 2022.
  • Aliran perdagangan melalui Singapura merugikan potensi ekonomi Indonesia sehingga diperlukan penguatan kebijakan hilirisasi serta pengawasan perdagangan yang lebih ketat.

Suara.com - Indonesia memegang peran vital sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Namun, di balik dominasi tersebut, negara tetangga Singapura yang tidak memiliki lahan sawit justru meraup nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dari komoditas ini.

Berdasarkan data, Indonesia menyumbang sekitar 40,37 persen pasokan global dengan total ekspor mencapai 53,9 juta ton sepanjang periode 2015–2024. Meski demikian, sebagian nilai tambah dari perdagangan sawit justru dinikmati pihak perantara di Singapura.

“Fenomena ini ibarat kenyataan pahit bagi industri strategis nasional, apalagi melihat komoditas unggulan kita justru memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi broker di Singapura ketimbang bagi produsen dalam negeri sendiri," ujar Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko di Jakarta, Minggu (12/04/2026).

Menurutnya, posisi strategis Singapura sebagai hub perdagangan dan re-ekspor membuat sekitar 5,69% dari total ekspor CPO Indonesia mengalir ke negara tersebut sebelum didistribusikan kembali ke pasar global. Volume tersebut setara dengan 3,07 juta ton.

Christiantoko menyebut aliran tersebut sebagai “lubang hitam” yang mengaburkan nilai ekonomi sebenarnya dari komoditas sawit Indonesia.

Hasil analisis NEXT Indonesia Center menunjukkan adanya selisih harga signifikan antara harga ekspor Indonesia dengan harga jual kembali oleh Singapura.

Pada produk sawit rafinasi (HS 151190) tahun 2022, Singapura membeli dari Indonesia seharga US$1.345 per ton, kemudian menjualnya kembali ke pasar dunia seharga US$1.979 per ton. Dengan demikian, terdapat selisih harga mencapai US$634 per ton.

Christiantoko mengatakan selisih harga ini mengindikasikan bahwa sebagian besar keuntungan “diparkir” di perusahaan perantara di Singapura.

"Harga yang dilaporkan ke otoritas Indonesia rata-rata hanya setengah dari harga yang berlaku di pasar tujuan akhir seperti Amerika Serikat," ungkap Christiantoko mengutip temuan risetnya.

baca juga

Ia menilai kondisi ini merugikan Indonesia, baik dari sisi nilai ekonomi maupun potensi penerimaan negara.

Hingga kini, jalur perdagangan melalui Singapura tetap menjadi salah satu titik krusial dalam rantai distribusi sawit global.

Tanpa penguatan kebijakan hilirisasi dan pengawasan perdagangan, nilai tambah komoditas unggulan tersebut berpotensi terus mengalir ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:02 WIB

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:48 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×