Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

Irwan Febri

Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? (Instagram)
  • Kepala IMO Arsenio Dominguez menyatakan rencana Iran menarik biaya di Selat Hormuz melanggar hukum pelayaran internasional.
  • Kebijakan tarif tersebut memicu penurunan aktivitas pelayaran drastis serta mengancam stabilitas distribusi energi global saat ini.
  • Konflik di Selat Hormuz berdampak buruk bagi keselamatan sekitar 20.000 pelaut yang terjebak di kawasan tersebut.

Suara.com - Kepala Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB, Arsenio Dominguez, menegaskan rencana Iran menarik biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz melanggar hukum internasional.

Dominguez meminta komunitas global menolak kebijakan tersebut karena berpotensi merusak sistem pelayaran dunia.

“Negara tidak memiliki hak untuk mengenakan biaya atau pungutan di selat seperti ini,” ujar Dominguez dilansir dari Aljazeera, Senin (13/4).

“Pengenaan tarif adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional," imbuhnya.

Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta kegagalan perundingan damai yang berlangsung di Pakistan.

Iran sebelumnya mengisyaratkan akan tetap mengenakan tarif bahkan setelah perang berakhir.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sempat mengusulkan skema kerja sama pengelolaan pembayaran antara Washington dan Teheran.

Dominguez memperingatkan bahwa penerapan tarif akan menciptakan preseden berbahaya bagi pelayaran internasional.

Dominguez bahkan menyerukan agar negara dan operator kapal tidak mengikuti skema tersebut.

Data menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun drastis sejak konflik dimulai.

Hanya sekitar 22 kapal yang melintas dalam beberapa hari terakhir, jauh dibandingkan rata-rata 135 kapal per hari sebelum perang.

Situasi ini berdampak langsung pada distribusi minyak dan gas global, sekaligus menekan stabilitas ekonomi dunia.

Selain itu, ribuan pelaut kini terjebak di kawasan Teluk tanpa kepastian.

“Saya sangat khawatir terhadap sekitar 20.000 pelaut yang terdampak. Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin besar dampak negatifnya,” kata Dominguez.

Dominguez menegaskan solusi utama tetap pada penghentian konflik.

Menurutnya, Selat Hormuz sebelumnya berfungsi normal tanpa perlu mekanisme tambahan selain perjanjian yang sudah ada sejak lama.

“Begitu konflik berakhir, kita bisa secara bertahap memulihkan lalu lintas seperti semula,” ujarnya.

Sementara itu, menurut laporan NY Post, meski lebih dari 155 kapal militer Iran disebut telah dihancurkan, kapal-kapal cepat IRGC dalam siaga tempur di selat Hormuz, seiring perundingan damai yang berakhir tanpa kesepakatan.

Analis militer menyebut keunggulan utama armada IRGC terletak pada ukuran kecil dan kecepatan tinggi.

Kapal-kapal ini sulit terdeteksi satelit dan dapat bersembunyi di fasilitas bawah tanah di sepanjang pesisir berbatu.

“Membutuhkan waktu lama bagi AS untuk menyingkirkan semua armada itu,” kata mantan pejabat Angkatan Laut Inggris di Teluk Persia, Chris Long kepada NY Post

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 10:11 WIB

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

News | Senin, 13 April 2026 | 10:08 WIB

Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat

Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat

News | Senin, 13 April 2026 | 10:04 WIB

3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?

3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?

News | Senin, 13 April 2026 | 10:01 WIB

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:04 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:54 WIB

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53 WIB

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:44 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:45 WIB