Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Dwi Bowo Raharjo | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB
Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta
Anggota Fraksi PSI DPRD DKI, Francine Widjojo. (Dokumen tim humas Francine Widjojo)
  • Anggota DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, mengkritisi Raperda SPAM dalam Rapat Paripurna pada Senin, 13 April 2026.
  • Fraksi PSI menolak komersialisasi air dan mendesak penetapan batas atas tarif secara tertulis dalam Raperda tersebut.
  • Pemerintah diminta mensinkronkan Raperda dengan regulasi lebih tinggi guna mencegah monopoli dan menjamin pemenuhan hak air warga.

Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, menyampaikan pandangan kritis terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Kritik dipaparkan secara lugas dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).

Mewakili fraksi, Francine menegaskan bahwa pengelolaan air oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus tetap berpijak pada hakikat sebagai perpanjangan tangan negara untuk memenuhi hak asasi warga.

"Tidak berorientasi pada keuntungan semata, sebagaimana diamanatkan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 85/PUU-XI/2013," ujarnya.

Lebih lanjut, Francine menekankan bahwa amanat konstitusi menghendaki air dikuasai oleh negara dan dipergunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan sila kelima Pancasila.

Ia juga menyoroti mekanisme penetapan tarif air minum yang rencananya akan diusulkan oleh direksi dan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur.

"Penetapan tarif air minum yang akan diusulkan oleh Direksi dan ditetapkan kembali melalui Keputusan Gubernur, sebagaimana diatur dalam Pasal 41 dan Pasal 42 dalam Raperda ini, tidak boleh serta-merta mengabaikan kewajiban negara dalam menjamin pemenuhan hak atas air bagi seluruh warga Jakarta," tegas Francine.

Francine juga melihat risiko terciptanya kondisi 'Pasar Tawanan' (Captive Market) bagi masyarakat Jakarta dalam draf aturan tersebut.

Kondisi ini muncul karena warga diwajibkan menyambung ke jaringan tunggal BUMD SPAM, sementara tarif ditentukan sepihak tanpa batasan yang transparan.

"Kondisi ini menciptakan bentuk komersialisasi terselubung, di mana secara formal tidak terjadi apa yang disebut dengan swastanisasi, tetapi menghasilkan monopoli negara yang berperilaku layaknya korporasi swasta," beber Francine.

Oleh karena itu, Fraksi PSI mendesak agar pemerintah mencantumkan batas atas tarif air minum secara tertulis di dalam Perda tersebut.

Selain persoalan tarif, ia mengingatkan bahwa penguasaan negara atas air harus menjamin skala prioritas, mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari hingga kebutuhan usaha.

Francine juga menguliti adanya pertentangan norma antara Pasal 17 Raperda SPAM dengan regulasi yang lebih tinggi, yakni PP Nomor 122 Tahun 2015.

Ketidakselarasan ini dikhawatirkan menjadi celah bagi BUMD untuk mengklaim target cakupan layanan melalui sarana non-perpipaan tanpa membangun infrastruktur yang memadai.

"Diperlukan sinkronisasi secara menyeluruh antara Raperda ini, tidak hanya dengan PP Nomor 122 Tahun 2015, tetapi juga dengan semua peraturan perundang-undangan di atasnya maupun putusan MK terkait. Agar roh dari tata kelola air dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat tetap terjaga," kata Francine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Banjir hingga Aturan Pelihara Hewan, Francine PSI Beberkan Keluhan Pedih Warga Jakarta

Soroti Banjir hingga Aturan Pelihara Hewan, Francine PSI Beberkan Keluhan Pedih Warga Jakarta

News | Kamis, 02 April 2026 | 18:00 WIB

Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir

Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:48 WIB

Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi

Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 08:59 WIB

Anggota DPRD DKI Minta Bank Jakarta Benahi Keamanan Siber Sebelum IPO 2027

Anggota DPRD DKI Minta Bank Jakarta Benahi Keamanan Siber Sebelum IPO 2027

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47 WIB

Panas Paripurna Ranperda Perubahan Badan Hukum PAM Jaya, PSI Tetap Tolak Privatisasi BUMD Air Minum

Panas Paripurna Ranperda Perubahan Badan Hukum PAM Jaya, PSI Tetap Tolak Privatisasi BUMD Air Minum

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 21:35 WIB

Terkini

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

News | Senin, 13 April 2026 | 12:34 WIB

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB