Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 April 2026 | 10:12 WIB
Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya
Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]
  • Amerika Serikat menerapkan blokade laut total di pelabuhan Iran untuk melumpuhkan ekonomi Teheran.

  • Strategi ini dianggap lebih aman bagi militer AS dibandingkan konfrontasi langsung di Selat Hormuz.

  • China dan pasar minyak global terancam dampak besar akibat terhentinya pasokan energi Iran.

Pencegatan kapal tanker di Samudra Atlantik sebelumnya telah menunjukkan bahwa jangkauan intervensi Amerika tidak terbatas pada satu wilayah saja.

Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan bahwa aturan ini akan berlaku secara menyeluruh tanpa memandang bendera negara asal kapal tersebut.

Blokade "akan ditegakkan secara tidak memihak terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau berangkat dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran."

Meski demikian, kapal yang menuju pelabuhan non-Iran tetap diberikan izin untuk melintas tanpa gangguan militer.

Logistik yang membawa bantuan kemanusiaan tetap diizinkan lewat, namun tetap harus melewati prosedur pemeriksaan yang sangat ketat.

"Tunduk pada pemeriksaan," ungkap Centcom mengenai pengecualian bagi kapal pembawa bahan kebutuhan pokok dan bantuan medis.

Pertaruhan Ketahanan Ekonomi Iran

Efektivitas blokade ini masih menjadi perdebatan besar mengingat Iran telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa selama masa perang.

Teheran selama ini masih mampu meraup miliaran dolar dari ekspor petrokimia meskipun berada di bawah tekanan serangan militer dan sanksi.

Blokade total diharapkan dapat menguras cadangan devisa Iran dan melemahkan struktur ekonomi domestik mereka secara signifikan.

Namun, David Satterfield, mantan utusan khusus AS untuk urusan kemanusiaan Timur Tengah, meragukan apakah langkah ini akan membuat Iran menyerah.

"Mereka percaya bahwa mereka dapat melampaui ini," kata David Satterfield kepada BBC.

Satterfield menambahkan bahwa Iran mengandalkan tekanan global akibat lonjakan harga minyak untuk memaksa Amerika Serikat menghentikan blokadenya.

"Bahwa AS akan merasakan sakit dari harga minyak dan bahwa negara-negara Teluk akan menekan AS, pada akhirnya, untuk membuka kembali Selat tersebut," ujarnya.

Washington dinilai seringkali meremehkan keteguhan hati para pemimpin di Teheran dalam menghadapi tekanan ekonomi yang ekstrem.

"Mereka pikir mereka menang," katanya.

"Orang Iran percaya… bahwa mereka dapat menyerap lebih banyak rasa sakit untuk jangka waktu yang lebih lama daripada lawan mereka."

Pantauan Intensif Terhadap Lalu Lintas Maritim

Para ahli perkapalan internasional kini sedang mengamati dengan cermat setiap pergerakan kapal yang mencoba menembus blokade tersebut.

Analis intelijen maritim Michelle Wiese Bockmann mencatat adanya ketegangan yang nyata di antara para pelaut yang bertugas di jalur tersebut.

"Saya benar-benar melihat kapal-kapal yang melintas sekarang," kata Michelle Wiese Bockmann.

"Jika saya seorang pelaut, saya akan sangat khawatir."

Editor Lloyd's List, Richard Meade, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan aktivitas kapal sesaat sebelum pengumuman blokade resmi dilakukan.

"Kami melihat beberapa putaran balik setelah pengumuman asli Trump tadi malam," ujar Richard Meade.

Data pelacakan menunjukkan adanya sekitar 30 transit kapal dalam waktu 48 jam sebelum blokade efektif diberlakukan sepenuhnya.

"Tampaknya seperti serbuan kapal yang mencoba keluar," tambah Meade mengenai kepanikan di sektor logistik laut tersebut.

Kini, dengan jalur yang hampir kosong, tantangan berikutnya adalah bagaimana Washington menghadapi reaksi dari negara importir besar seperti China.

China merupakan pembeli utama minyak Iran dan sangat sensitif terhadap gangguan pasokan energi yang dapat menghambat industri mereka.

Langkah Donald Trump ini dianggap sebagai perjudian politik dan ekonomi yang dampaknya akan segera dirasakan oleh pasar global.

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam sejak pecahnya perang pada akhir Februari yang melibatkan intensitas serangan tinggi antara AS, Israel, dan Iran.

Upaya diplomatik terbaru di Islamabad yang melibatkan peran China sejauh ini belum mampu meredakan ambisi Washington untuk memutus jalur logistik Iran.

Blokade maritim ini menjadi babak baru dalam perang ekonomi yang menguji ketahanan pasokan energi dunia serta stabilitas hubungan antara negara-negara adidaya dan kekuatan regional di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:33 WIB

Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua

Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB