Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. (ANTARA/Nur Imansyah)
baca 10 detik
  • Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, membantah isu penggabungan atau merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.
  • Surya Paloh mengusulkan pembentukan Blok Politik sebagai bentuk rekayasa politik untuk menciptakan kerja sama kebijakan yang solid.
  • Konsep Blok Politik yang masih berupa wacana ini tetap menjaga independensi masing-masing partai tanpa adanya peleburan organisasi.

Suara.com - Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi mengenai isu penggabungan Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Willy menegaskan, bahwa penggunaan istilah "merger" dalam konteks partai politik adalah sebuah kesalahan fatal dan menunjukkan kedangkalan literatur politik.

Menurutnya, gagasan yang dibawa oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh bukanlah tentang peleburan organisasi secara korporasi, melainkan pembentukan sebuah Political Block (Blok Politik).

“Gini, teman-teman, biar tidak sesat berpikir. Ini kan tentang istilah, tapi istilah itu substansi. Saya bercanda itu harus teman-teman lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang yang concern terhadap situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik? Itu Political Block. Ini orang yang membahas ini miskin, saya katakan, miskin literatur politiknya. Maka dia pakai istilah merger,” ujar Willy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).

Willy menjelaskan, bahwa terdapat perbedaan mendasar antara organisasi bisnis dan organisasi politik.

Ia meminta semua pihak untuk menggunakan istilah yang tepat agar tidak menimbulkan penyesatan informasi di tengah masyarakat.

“Saya mau tanya sama teman-tahun, pasca reformasi pemilu pertama pascareformasi tahun 1999 apakah ada partai satu dan lainnya yang melakukan unifikasi? Kita punya Political Organization, kita punya Business Organization. It's so different. Maka gunakanlah istilah referensi yang tepat untuk sesuatu hal yang tepat. Jangan kemudian gebyah uyah. Kalau lu nggak ngerti atau lu ingin mendiskreditkan, itu lain cerita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Willy memaparkan bahwa konsep Political Block yang ditawarkan Surya Paloh merupakan sebuah terobosan atau out of the box dalam sistem presidensial Indonesia.

Hal ini dilakukan agar kerja sama antarpartai tidak lagi bersifat transaksional atau sekadar urusan pencalonan semata.

baca juga

“Apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political block. Blok politik, bukan merger. Oke, apa itu political block? Teman-teman silakan lihat, ini adalah sebuah political engineering. Bagaimana perjuangan-perjuangan kebijakan itu menjadi satu tarikan napas, tidak transaksional. Kan selama ini kan transaksional banget. Nah, kita membutuhkan sebuah political block yang solid dari atas sampai ke bawah,” papar Willy.

Ia juga menekankan bahwa dalam political block, independensi masing-masing partai tetap terjaga, namun dipersatukan oleh tujuan objektif yang sama dalam mengawal kebijakan pemerintah.

“Bagaimana kita bisa melakukan proses political engineering secara kolektif bersama-sama dan independensi itu tetap ada. Yang mempersatukan kita adalah objektif. Di sana dong. Ini cetek banget nih orang-orang nih asal bacot aja gitu,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan mengenai apakah fusi antara NasDem dan Gerindra benar-benar akan terjadi, Willy menyatakan bahwa saat ini semuanya masih dalam tahap wacana atau diskursus politik yang sedang diperdalam.

“Politik ini discourse. Discourse-nya apa? Mulai dari mimpi, mimpi kemudian diturunkan menjadi diskusi, dari diskusi kemudian diperdalam eh kita mau seperti apa political block ini,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa konsep blok politik bukan hal baru dalam sejarah Indonesia, merujuk pada Front Nasional di era Bung Karno maupun sejarah berdirinya Golkar. Willy meminta agar publik tidak terjebak dalam simplifikasi yang menyesatkan.

“Jadi jangan sesat, jangankan sesat pikir, jangan sesat informasi. Apalagi teman-teman sebagai juru penerang. Nah, ini ya namanya aja bocor, ya bocorlah pemahamannya,” pungkasnya.

Isu peleburan ini sebelumnya menjadi perbincangan setelah laporan utama Majalah Tempo mengeklaim adanya usulan penggabungan kedua partai besar tersebut usai pertemuan antara Prabowo Subianto dan Surya Paloh di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

News | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB

Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

News | Senin, 13 April 2026 | 15:02 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Fasilitasi Perantau, Sejumlah Anggota DPR RI Gelar Program Mudik Gratis 2026

Fasilitasi Perantau, Sejumlah Anggota DPR RI Gelar Program Mudik Gratis 2026

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×