Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS

Irwan Febri | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 12:41 WIB
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. [Istimewa]
  • Donald Trump menunjuk Pete Hegseth sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk memimpin kebijakan militer dalam konflik Iran.
  • Latar belakang Hegseth yang minim pengalaman strategis dan gaya komunikasinya yang agresif memicu kritik keras berbagai pihak.
  • Pendekatan konfrontatif Hegseth dikhawatirkan mengganggu stabilitas geopolitik global serta mengabaikan pentingnya diplomasi dalam penyelesaian konflik internasional.

Suara.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, di The Pentagon, Senin (13/4/2026) waktu setempat.

Pada kesempatan tersebut, keduanya menyepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership/MDCP) antara Amerika Serikat dan Indonesia.

"Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin hari ini di The Pentagon, di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat–Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama," kata Juru Bicara United States Department of Defense, Sean Parnell, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (14/4/2026).

Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth menjadi tuan rumah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, 13 April 2026. (Foto: Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)
Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth menjadi tuan rumah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, 13 April 2026. (Foto: Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)

Terlepas dari itu, Pete Hegseth tengah menjadi sorotan setelah tampil sebagai wajah utama kebijakan militer Donald Trump dalam konflik dengan Iran.

Gaya komunikasinya yang agresif dan pernyataan bernada keras memicu kekhawatiran dari berbagai kalangan, termasuk pengamat militer dan mantan pejabat pemerintah.

Dalam sebuah pernyataan di Pentagon, Hegseth menggambarkan operasi militer dengan nada yang dianggap provokatif.

Ia bahkan menyebut serangan udara sebagai bentuk dominasi penuh, yang menurut para kritikus menunjukkan kurangnya empati dan pendekatan diplomatis dalam konflik internasional.

Dilansir dari The Guardian, Hegseth dulunya adalah pembawa acara di Fox News. Namun, kini dirinya justru memimpin salah satu institusi militer paling kuat di dunia.

Latar belakangnya tentu menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai pengangkatannya sebagai Menteri Pertahanan tidak lazim, bahkan berisiko, mengingat minimnya pengalaman dalam posisi strategis berskala global.

Kritik tajam datang dari berbagai pihak, termasuk organisasi advokasi veteran dan mantan pejabat Gedung Putih. Mereka menilai Hegseth terlalu mengedepankan retorika keras dibanding pendekatan strategis yang dibutuhkan dalam situasi konflik.

Selain itu, rekam jejaknya juga menuai kontroversi. Hegseth pernah terlibat dalam berbagai isu, mulai dari dugaan pelanggaran etika saat memimpin organisasi veteran hingga pernyataan kontroversial terkait kelompok tertentu.

Bahkan, pandangan ideologisnya yang dianggap dekat dengan nasionalisme religius turut menjadi perhatian serius.

Beberapa pengamat menilai bahwa gaya kepemimpinan Hegseth cenderung mencampurkan narasi militer dengan keyakinan ideologis, yang berpotensi mengubah konflik geopolitik menjadi lebih sensitif, terutama di kawasan Timur Tengah.

Tak hanya itu, pernyataan-pernyataannya yang dianggap meremehkan korban konflik juga menuai kecaman. Banyak pihak menilai seorang Menteri Pertahanan seharusnya menunjukkan empati dan kehati-hatian dalam menyampaikan sikap, terutama saat membahas korban jiwa.

Di sisi lain, pendukung Hegseth melihatnya sebagai sosok tegas yang berani mengambil keputusan keras demi kepentingan nasional. Namun, kritik tetap mengalir karena pendekatannya dinilai terlalu konfrontatif dan berpotensi memperkeruh situasi global.

Sejumlah analis menilai, kepemimpinan Hegseth akan sangat menentukan arah kebijakan militer Amerika Serikat ke depan. Dalam situasi geopolitik yang kompleks, dibutuhkan keseimbangan antara kekuatan militer, diplomasi, dan stabilitas global.

Kontroversi yang mengiringi langkahnya menunjukkan bahwa peran Menteri Pertahanan bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga soal tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hyundai Ajak Konsumen Nonton Langsung Piala Dunia 2026 Lewat Program Test Drive

Hyundai Ajak Konsumen Nonton Langsung Piala Dunia 2026 Lewat Program Test Drive

Otomotif | Selasa, 14 April 2026 | 12:32 WIB

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

Klasemen Grup A Piala AFF U-17 2026: Indonesia dan Vietnam Memimpin

Klasemen Grup A Piala AFF U-17 2026: Indonesia dan Vietnam Memimpin

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 12:19 WIB

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam

FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 12:06 WIB

7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP

7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:03 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB