Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 April 2026 | 14:11 WIB
Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung
Israel menyerang Lebanon Selatan usai lakukan perjanjian gencatan senjata (X/Narasi_winda)
baca 10 detik
  • Menlu AS Marco Rubio memimpin negosiasi damai antara Lebanon dan Israel di Washington DC.

  • Pertemuan diplomasi bertujuan menghentikan agresi militer dan serangan rudal yang melibatkan kelompok Hizbullah.

  • Eskalasi konflik dipicu oleh serangan balasan di Beirut dan operasi darat di selatan.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dijadwalkan memimpin langsung upaya diplomasi antara Lebanon dan Israel.

Pertemuan tingkat tinggi ini dirancang untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan konflik yang kian memanas.

Dialog krusial tersebut mempertemukan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dengan Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh-Moawad.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]
potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

Dikutip dari Sputnik, fokus utama perundingan adalah menghentikan siklus kekerasan yang telah melumpuhkan stabilitas di wilayah perbatasan kedua negara.

Langkah diplomatik ini diambil sebagai respon mendesak terhadap eskalasi militer yang terus memakan korban jiwa.

"Menlu Rubio akan ikut serta dalam perundingan damai antara duta Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh-Moawad di Kantor Departemen Luar Negeri," menurut jadwal agenda yang disiarkan Deplu AS.

Potongan video Lebanon diserang Israel [Lebanon 24]
Potongan video Lebanon diserang Israel [Lebanon 24]

Kehadiran Rubio menunjukkan keseriusan pemerintahan Amerika Serikat dalam menstabilkan kembali kawasan Timur Tengah yang bergejolak.

Perundingan formal ini direncanakan mulai berlangsung pada pukul 15.00 GMT atau sekitar pukul sepuluh malam WIB.

Inisiasi pertemuan ini datang dari pihak pemerintah Lebanon yang menyalurkan permintaannya melalui mediator internasional resmi.

baca juga

Proses meja bundar ini diharapkan mampu melahirkan poin-poin kesepakatan yang mengikat secara hukum internasional.

Dinamika Politik dan Aspirasi Rakyat

Situasi di lapangan menunjukkan tekanan publik yang sangat kuat terhadap proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Di jantung kota Beirut, massa pendukung Hizbullah dilaporkan turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Demonstrasi tersebut mencerminkan kompleksitas internal Lebanon dalam menghadapi tekanan militer dari pihak pasukan pertahanan Israel.

Para diplomat di Washington harus mempertimbangkan aspirasi domestik sembari mencari titik temu keamanan bersama.

Dinamika ini menjadi tantangan tersendiri bagi Marco Rubio dalam mengarahkan pembicaraan menuju solusi yang konkret.

Ketegangan bersenjata antara militer Israel dan kelompok Hizbullah mencapai titik didih baru sejak awal Maret lalu.

Pertikaian ini meledak pada tanggal 2 Maret ketika gelombang rudal Hizbullah mulai menghujani wilayah kedaulatan Israel.

Serangan tersebut merupakan respon langsung atas keterlibatan militer dalam operasi gabungan yang menargetkan wilayah Iran.

Israel membalas dengan meluncurkan kampanye udara berskala besar yang menyasar titik strategis di wilayah Lebanon.

Lembah Bekaa dan pinggiran kota Beirut menjadi sasaran utama dari gempuran unit tempur angkatan udara Israel.

Dampak Agresi Darat di Selatan

Kondisi semakin memburuk ketika unit infanteri militer Zionis mulai bergerak melintasi perbatasan kedaulatan negara tetangga.

Pada 16 Maret, militer Zionis Israel mengumumkan dimulainya agresi darat ke wilayah Lebanon selatan secara resmi.

Langkah ofensif ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran warga sipil yang terjebak di zona pertempuran aktif.

Dunia internasional terus mendesak agar operasi darat dihentikan guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam.

Washington kini menjadi harapan terakhir untuk memaksa kedua belah pihak menarik mundur pasukan masing-masing.

Upaya perdamaian sebelumnya sempat memberikan nafas lega melalui kesepakatan gencatan senjata dengan pihak Iran.

Menyusul gencatan senjata selama dua pekan antara Iran dan Israel yang diumumkan pekan lalu, Hizbullah menangguhkan serangannya terhadap Israel.

Namun ketenangan tersebut ternyata hanya berlangsung singkat akibat provokasi baru di lapangan yang kembali muncul.

Hizbullah kembali meluncurkan serangan balasan setelah pusat kota Beirut dihantam bom oleh pesawat tempur Israel.

Tetapi, Hizbullah melanjutkan lagi serangan pada Kamis setelah Israel melakukan serangan besar-besaran terhadap Beirut dan kota-kota di Lebanon selatan pada Rabu.

Upaya Pemulihan Keamanan Terpadu

Misi diplomatik di Washington kali ini mengusung agenda pemulihan keamanan terpadu di sepanjang garis biru perbatasan.

Tim ahli dari Departemen Luar Negeri AS telah menyiapkan draf awal yang mencakup mekanisme pengawasan gencatan senjata.

Kedua duta besar diharapkan membawa mandat penuh dari pemerintahan masing-masing untuk mengambil keputusan strategis.

Keberhasilan dialog ini akan sangat bergantung pada kemauan Israel untuk menghentikan pendudukan sementara di selatan.

Lebanon juga dituntut untuk memastikan tidak ada lagi peluncuran roket yang mengarah ke wilayah pemukiman sipil.

Konflik ini berakar pada perseteruan panjang antara kekuatan regional yang melibatkan proksi dan militer reguler.

Eskalasi tahun 2026 ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang melibatkan intervensi kekuatan global di wilayah Iran.

Lebanon seringkali menjadi medan tempur bagi kepentingan luar yang mengakibatkan infrastruktur sipil hancur berantakan.

Upaya mediasi Rubio di Washington merupakan bagian dari strategi besar AS untuk mencegah pecahnya perang terbuka.

Pertemuan Selasa ini menjadi tonggak sejarah apakah diplomasi mampu mengalahkan dentuman meriam di medan laga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:29 WIB

Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?

Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:52 WIB

Terkini

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

Jurus Out of the Box Prananda Surya Paloh Rombak Wajah Garda Pemuda NasDem

Jurus Out of the Box Prananda Surya Paloh Rombak Wajah Garda Pemuda NasDem

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:41 WIB

Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran

Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?

Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:31 WIB

Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon

Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:27 WIB

9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean

9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:24 WIB

Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar

Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:16 WIB

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09 WIB

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:02 WIB

×